Rabu, 24 Jan 2018 - 12:11:00 WIB - Viewer : 1676

Mantan Ketua KPU Diperiksa KPK

AMPERA.CO
Mantan Ketua KPU Palembang Eftiyani keluar dari ruang Pidkor Polresta Palembang usai pemeriksaan dilakukan penyidik KPK.

AMPERA.CO, Palembang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuka kasus suap pilkada kota Palembang di Mahkamah Konstitusi tahun 2013 yang menjerat Wali Kota Palembang saat itu, (Alm) Romi Herton dan istrinya Masyito.

KPK memeriksa mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Palembang Eftiyani, mantan Kepala Bagian Umum Pemerintah Kota Palembang Raymond Lauri, dan mantan Sekretaris Daerah Palembang Ucok Hidayat di ruang Unit Tindak Pidana Kepolsian Resor Kota Palembang.

"Saya diperiksa sebagai saksi," ujar Eftiyani seusai pemeriksaan, Rabu, 24 Januari 2018.

Ketua KPU Kota Palembang, Eftiyani bukanlah kali pertama diperiksa KPK. Sebelumnya, pada Kamis, 26 Juni 2014, ia dan Ucok Hidayat bersama dua pejabat Pemerintah Kota Palembang lainnya juga diperiksa di Mako Brimob Polda Sumatera Selatan terkait kasus suap pilkada itu.

“Tadi ditanya apakah kenal dengan Mukhtar Effendy?. Sudah itu saja, review BAP yang lama,” dia menjelaskan.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan pemeriksaaan di Palembang ini untuk tersangka Muhtar Efendy. “KPK menetapkan ME (Mukchar Effendy) sebagai tersangka terkait sangketa pilkada di Mahkamah Konstitusi,” ujarnya Rabu, 24 Januari 2018.

Kasus suap pilkada ini berawal ketika Romi Herton mengajukan permohonan keberatan kepada Mahkamah Konstitusi. Saat itu, April 2013 Akil Mukhtar menyampaikan pesan melalui Mukhtar Effendy kepada Romi Herton untuk menyiapkan uang sebesar Rp 20 miliar apabila ingin sangketanya dikabulkan. Romi Herton menyanggupi dan mengirim uang itu secara bertahap ke Akil melalui istrinya Masyito. MK pun membatalkan perhitungan suara Pilkada Kota Palembang 2013 dan Romi Herton-Harnojoyo dinyatakan sebagai pemenang Pilkada Kota Palembang.

Komentar Berita