Jumat, 30 Mar 2018 - 15:01:00 WIB - Viewer : 1360

Masyarakat pertanyakan data DPS untuk pilkada serentak 2018

Laporan : Riky (Kontributor Empat Lawang)

AMPERA.CO, Empat Lawang - Sejumlah masyarakat di Kabupaten Empat Lawang, mempertanyakan daftar data pemilih sementara (DPS) yang akan dipergunakan pada pemilukada Empat Lawang dan pemilukada Sumsel, tahun 2018 mendatang.

Pasalnya, banyak nama-nama warga yang tidak tercantum pada DPS tersebut, padahal sudah masuk saat pencoklitan, yang dilakukan pihak KPU Kabupaten Empat Lawang, diwaktu sebelumnya.

"Saat saya cek nama saya di DPS yang ada di web KPU, nama saya tidak ada. Berulang-ulang saya masukan NIK, tetap saja nama saya tidak muncul dan setelah saya cek satu-satu di DPS tersebut, benar nama saya tidak masuk DPS," ujar Reni, salah seorang warga Tebing Tinggi, kepada wartawan, Rabu (28/2).

Tentu saja, selaku warga negara yang sah dan sudah melakukan perekaman e-KTP, dia cukup kaget, sebab pada pemilukada sebelumnya, dirinya dinyatakan memiliki hak suara dan menyalurkan hak tersebut pada pemilu sebelumnya. "Setelah saya tanya teman, ternyata bukan hanya saya saja, banyak warga lain yang tidak ada di DPS," jelasnya.

Karena itu, dia berharap agar pihak penyelenggara pemilu, benar-benar lebih teliti terhadap data pemilih. Bukan tidak mungkin lanjut dia, panasnya situasi politik pada pemilukada Empat Lawang, data yang dikatakannya tidak mengakomidir seluruh pemilih di kabuparen ini, menjadi pemicu terjadinya sengketa.

"Kita tahu ini data sementara, bagi yang mengerti namanya tidak ada, mereka akan melapor, bagaimana jika dengan yang tidak mengerti atau tidak perduli, tentu tidak tahu namanya tidak ada di DPS. Karenanya kita berharap, dilakukan pendataan ulang, agar data perbaikan DPS nanti, itu sudah klir dan siap ditingkatkan menjadi Daftar Pilih Tetap (DPS) tanpa ada masalah lagi, agar hak warga negara jangan sampai hilang begitu saja," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Empat Lawang, Rudiyanto mengaku sudah mendengar banyaknya keluhan warga terhadap DPS. Sikap Panwas kata dia, melaukan pengawasan terhadap pemilih yang belum terdaftar di DPS dan mebuka posko pengaduan masyarakat sekaligus posko bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi terkait data pemilih.

"Bagi masyarakat yang belum terdaftar di DPS, segera menemui petugas-petugas di desa dan jika belum melakukan perekaman, segera medatangi Disdukcapil Empat Lawang, untuk melakukan perekaman data," himbaunya.

Proses yang dijelaskannya itu, lanjut Rudi, disebut dengan pemutakhiran data, proses ini bukannya disengaja namun tersaring di pencoklitan beberapa waktu lalu. "Nah yang tersaring ini sekarang, tugas PPS melakukan pendataan masyarakat yang belum terdata di DPS," jelasnya.

Kembali dijelaskannya, selain menunggu laporan masyarakat terkait data yang tercantum di DPS, merupakan kewajiban bagi petugas di PPS untuk melakukan pendataan kembali yang belum masuk DPS. Dalam hal ini, Panwas sebut dia, juga siap menerima pengaduan konsultasi bagi masyarakat terkait DPS tersebut.

"Tidak hanya bisa berkonsultasi kepada petugas PPS, masyarakat juga dapat melaporkan diri ke Panwas, kami siap membantu agar nama yang tidak tercantum di DPS, dapat segera diperbaiki," imbuhnya.

Dalam waktu dekat, lanjut Rudi, pihaknya segera membentuk Posko pengaduan masyarakat terkait DPS tersebut hingga ketingkat Panwascam, untuk mengakomodir masyarakat yang punya inisiatif melaporkan diri, agar masuk dalam daftar pemilih sementara perbaikan nantinya.

"Setelah DPS ini, akan ada data perbaikan DPS, selanjutnya baru masuk ke DPT dan DPT ini juga belum final, sebab akan ada juga data perbaikan DPT. Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir tidak dapat memilih, pasti bisa milih, asal memenuhi syarat sebagai pemilih, masyarakat juga kami harapkan partisipasinya, dalam perbaikan DPS ini," tukasnya.

Komentar Berita