Senin, 24 Nov 2025 - 21:09:00 WIB - Viewer : 2300
Membuat Belajar Mikroorganisme Lokal (MOL) Jadi Menyenangkan Melalui Games Edukatif
// FKIP Unsri Dampingi SMA Srijaya Negara Membuat Pupuk Organik Cair dengan Games Edukatif
AMPERA.CO, Palembang — Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya menghadirkan inovasi edukasi pengelolaan sampah organik melalui permainan “Ecomolo-opoly” kepada siswa SMA Srijaya Negara Palembang. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berlangsung selama enam kali pertemuan pada Oktober hingga November 2025, melibatkan puluhan siswa dan guru pendamping.
Program dibuka pada 21 Oktober 2025 di Aula Lantai 3 Kampus Ogan FKIP Unsri oleh Wakil Dekan II Bidang Umum, Keuangan, dan Kepegawaian FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri), Dr. Didi Jayasantri, M.Si bersama Ketua Jurusan PMIPA, Dr. Ketang Wiyono, M.Pd. Kemudian dari pihak sekolah, hadir Kepala SMA Srijaya Negara Palembang, Syahrial, S.Pd., M.Si., serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik, Dr. H. Nazip, M.Si. Pada sesi pembukaan, tim pengabdian memaparkan konsep dasar Mikroorganisme Lokal (MOL), proses fermentasi, serta model pembelajaran berbasis permainan yang akan diterapkan kepada siswa.

Kegiatan ini diketuai oleh Maefa Eka Haryani, S.Pd., M.Pd., bersama tim yang terdiri dari Fitria Wijayanti, S.Pd., M.Pd., Sakti Hidayati Fikriya, S.Pd., M.Si., Fitrah Amini, S.Si., M.Si., Muhammad Zulqurnain, S.Si., M.Si., Rahmat Zikri, S.Si., M.Si., dan Zelvy Amelia Muwarni, S.Pd., M.Si.
Sesi inti dilaksanakan pada 30 Oktober 2025 di Laboratorium IPA SMA Srijaya Negara Palembang. Sekitar 25 siswa mengikuti permainan edukatif “Ecomolo-opoly”, media pembelajaran yang menggabungkan konsep kimia dengan edukasi lingkungan. Melalui permainan ini, siswa diperkenalkan pada prinsip pembuatan pupuk organik cair (POC), tahapan fermentasi, serta peran MOL dalam pengolahan sampah organik. Pendekatan permainan dinilai efektif membantu siswa memahami konsep yang kerap dianggap abstrak dalam pelajaran kimia.

Usai permainan, siswa melanjutkan dengan praktik langsung pembuatan MOL menggunakan bahan organik yang mereka bawa. Fermentasi awal dilakukan di laboratorium, kemudian dipantau selama 7 hingga 14 hari. Proses pendampingan selanjutnya dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting untuk memonitor perkembangan fermentasi dan memberikan petunjuk penggunaan POC pada tanaman di lingkungan sekolah.


Seluruh rangkaian program ditutup pada 22 November 2025 di Aula Lantai 3 FKIP Ogan Unsri. Acara penutupan dihadiri Kepala Sekolah Syahrial, S.Pd., M.Si., Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik Dr. H. Nazip, M.Si., Wakil Dekan I FKIP Unsri Bidang Akademik Dr. Rita Inderawati, M.Pd dan ditutup secara resmi oleh Dekan FKIP Unsri, Dr. Hartono, M.A..
Baik pihak fakultas maupun sekolah memberikan apresiasi terhadap keberhasilan kegiatan ini. Media pembelajaran seperti “Ecomolo-opoly” dinilai mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa dalam pengelolaan sampah organik serta penerapan konsep kimia dalam kehidupan sehari-hari. Program ini diharapkan menjadi model edukasi berbasis sains yang dapat dikembangkan di sekolah-sekolah lain di Sumatera Selatan.




