Rabu, 29 Okt 2025 - 10:35:00 WIB - Viewer : 3744

Menteri Lingkungan Hidup Pastikan Sumber Air Aqua Bukan dari Pegunungan

Redaksi AMPERA.CO

IST

AMPERA.COAqua belakangan menjadi sorotan publik. Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) itu disebut mengambil air lewat sumur bor, bukan dari mata air pegunungan seperti iklan yang diklaim.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq secara terang-terangan mengakui sebagian besar produk air minum dalam kemasan di Indonesia selama ini berasal dari air tanah, bukan dari sumber air pegunungan.

Hanif kemudian mengingatkan agar publik tidak mudah tertipu dengan label air pegunungan pada botol kemasan yang banyak beredar.

Meski begitu, isu ini terlanjur bergulir dan membuat publik bertanya-tanya asal air yang diminum setiap hari. Menteri Lingkungan Hidup Faisol Nurafiq pun ikut angkat suara. Dia meminta semua produsen air minum untuk jujur soal sumber air yang digunakan sebagai bentuk perlindungan konsumen. 

“Jadi Bapak jangan terpedaya oleh minuman-minuman yang ada di atas meja itu Pak. Belum ada satupun minuman kemasan yang menggunakan air permukaan secara sustainable untuk produknya. Hanya untuk pricing-nya, iya,” kata Hanif yang dikutip dari acara Mindialogue CNBC Indonesia, Rabu (29/10/2025).

Dikatakan Hanif, pengambilan air tanah secara berlebihan oleh perusahaan air minum sangat berisiko terhadap ketersediaan sumber daya air dalam jangka panjang.

“Semisal kita perusahaan air minum, tanpa kita memperhatikan konservasi jangka panjang. Suatu ketika, maka suplai air kita akan terbatas. Saya enggak usah sebut namanya. Namanya air minum pegunungan. Tetapi yang digunakan air tanah,” ujarnya.

Sayangnya, air tanah sangat sulit untuk kembali, bahkan bisa dikatakan nyaris tidak dapat pulih. Laju rembesan air tanah hanya sekitar 100 cm per hari, sehingga pemulihannya membutuhkan proses yang cukup lama.

“Konsep konservasi sebagai investasi jangka panjang ini baru sebatas drama. Baru sebatas kemudian semacam mantra yang banyak disampaikan oleh perusahaan, belum kita implementasikan,” kritik Hanif.

Sementara Aqua pun sudah buka suara. Mereka menegaskan air yang digunakan berasal dari akuifer di area pegunungan, bukan air permukaan.

"Sebenarnya sumber airnya ada di aquifer tanah area pegunungan. Pengambilannya di pabrik Subang menggunakan pipa untuk memastikan air sumber terjaga dari potensi cemaran selama dialirkan ke proses produksi," kata Arif Mujahidin acara Mindialogue CNBC Indonesia

Danone Indonesia sebagai perusahaan produsen Aqua mengklaim sumber air Aqua berasal dari sumber air pegunungan yang terlindungi.

“Air AQUA berasal dari 19 sumber air pegunungan yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap sumber air dipilih melalui proses seleksi ketat yang melibatkan 9 kriteria ilmiah, 5 tahapan evaluasi, Minimal 1 tahun penelitian,” demikian keterangan Danone