Minggu, 04 Sep 2022 - 14:05:00 WIB - Viewer : 8096
Modul Ajar 1 Halaman dari Kacamata Guru Kimia
IST
Bertitik tolak dari Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Satu Halaman, yang sekarang dinamakan Modul Ajar 1 Halaman maka perlu ditindaklanjuti dengan pelaksanaan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Satu Halaman bagi pendidik pada umumnya dan bagi guru-guru dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas.
Modul Ajar 1 Halaman dicetuskan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, untuk menyederhanakan administrasi guru untuk mengajar. Modul Ajar 1 Halaman merupakan hal yang penting untuk dibuat oleh seorang guru, untuk kelancaran proses pembelajaran hingga tercapainya tujuan pembelajaran, sampai dengan evaluasi pembelajaran. Akan tetapi, RPP atau Modul Ajar yang selama ini dibuat dirasa memberatkan guru, sehingga dicari alternatif untuk keadaan ini, yaitu berupa RPP 1 Halaman atau Modul Ajar 1 Halaman. Modul Ajar 1 Halaman tersebut harus tetap menyesuaikan dengan model pembelajaran yang dianjurkan oleh pemerintah dalam kurikulum 2013, yaitu yaitu Model Pembelajaran Project Base Learning, Problem Base Laerning dan Discovery Learning.
Guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia dibimbing oleh dosen program studi pendidikan kimia, Universitas Sriwijaya pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2022, menerapkan surat edaran dari menteri tersebut dengan mengembangkan Modul Ajar 1 Halaman yang berbasis student center (berpusat pada siswa), dengan model pembelajaran project based learning, problem based learning atau discovery learning.
Beberapa judul Modul Ajar 1 Halaman tersebut yaitu sifat-sifat koloid (koagulasi)/pembuatan tahu, penurunan titik beku/es puter, penurunan titik beku/es lilin, media tanam untuk pertumbuhan tanaman selada secara hidroponik, sel Volta (pemanfaatan buah jeruk nipis untuk pembuatan baterai buah sel volta), fermentasi singkong menjadi tape singkong manis dan lezat, pembuatan ikan salai, fermentasi tempe kedelai dengan bahan tambahan untuk modifikasi rasa dan aroma (reaksi eksoterm).
Modul Ajar 1 Halaman tentunya perlu dilakukan evaluasi, supaya dapat diketahui apakah Modul Ajar 1 Halaman yang dikembangkan sudah valid dan reliabel sehingga siap untuk digunakan. Evaluasi yang dapat dilakukan yaitu evaluasi formatif Tessmer yang dikemukakan oleh Tessmer pada tahun. Pada evaluasi formatif Tessmer ini dilakukan expert review, one-to-one evaluation, small group dan field test. Evaluasi formatif Tessmer ini sangat sesuai jika digunakan untuk menilai suatu produk.




