Jumat, 29 Des 2017 - 23:12:00 WIB - Viewer : 368

Muba Terangi Warga Gunakan PLTMG

Rep : Sahri Ramadhon

bupati Muba saat ground breaking

AMPERA.CO, Tungkal Jaya, Muba - Bertahap, persoalan defisit listrik di bumi Serasan Sekate dibenahi. Setelah melakukan pembangunan transmisi Gardu Induk, kini di kepemimpinan Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin melakukan terobosan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang dipusatkan di Desa Margo Mulyo Kecamatan Tungkal Jaya.

"Jadi, PLTMG yang dibangun ini untuk menerangi masyarakat Muba khususnya di Kecamatan Lalan, Tungkal Jaya, dan Bayung Lencir. Dan inovasi pembangunan PLTMG ini pertama diterapkan di Sumsel," ungkap Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin di sela Ground Breaking Pembangunan PLTMG, Jaringan Listrik Off Grid dan Jaringan Gas di Desa Margo Mulyo Kecamatan Tungkal Jaya, Kamis (28/12).

Dijelaskan, pembangunan PLTMG di Muba ini merupakan titik sejarah pertama di Sumsel dan dinilai sebagai terobosan yang baik dan berkontribusi positif untuk masyarakat. "Dengan PLTMG berkapasitas 20 Megawatt (MW) ini, Insya Allah defisit listrik di daerah-daerah Muba bisa dituntaskan," ujarnya.

Dodi menambahkan, Muba memiliki SDA yang sangat melimpah khususnya gas, terlebih sebelumnya gas di Muba juga didistribusikan di Singapura, Pulau Jawa dan PT Pusri Palembang. "Sangat disayangkan kalau kita hanya memberikan pasokan gas ke daerah lain, dan PLTMG ini bisa memanfaatkan pasokan gas untuk menerangi warga Muba," kata Dodi.

Lanjutnya, pembangunan PLTMG di Desa Margo ini diinisiasi oleh PT Petro Muba (BUMD) dengan pengerjaan pembangunan dan pengelolaan dilakukan oleh PT Matriks Mas Rekatama dan konsorsium PT Mitra Energi Persada Tbk. "PLTMG ini dibangun di lahan seluas 5 ribu meter," terangnya. 

Dodi menargetkan, pembangunan PLTMG ini bisa diselesaikan dalam waktu 10 bulan. "Akhir tahun 2018 sudah selesai dan bisa dioperasionalkan," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Petro Muba Yuliar didampingi Direktur Operasional PT Petro Muba, Bimo Prakoso menjelaskan PLTMG 20 MW menelan investasi lebih dari Rp200 miliar, dimana PLTMG dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi dengan empat mesin baru dari Jepang berbahan bakar gas murni. 

"PLTMG ini merupakan teknologi clean energy, dimana pasokan gas diberikan negara dalam hal ini PT Pertagas Niaga (JOB Pertamina Jambi Merang Talisman) sebesar 4 MMSCFD yang titik tapping point gas nya berada di Desa Margo Mulyo," jelas dia.

Selain membangun PLTMG, pihak konsorsium juga diwajibkan membangun express feeder atau Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20 kv sepanjang 80 km dari Desa Margo Mulyo menuju Desa Karang Agung Kecamatan Lalan dan sekitarnya. Serta menyediakan meteran digital. "Pembangunan ini ditarget selesai selama satu tahun, atau paling cepat akhir 2018 sudah dapat beroperasi dengan baik," pungkasnya.

    TAGS   :   #muda

Komentar Berita