Rabu, 03 Agu 2016 - 13:11:00 WIB - Viewer : 5548
Oknum PD Pasar Resahkan PKL
AMPERA.CO, Palembang - Perwakilan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa menjajakan dagangannya di Jalan Sentot Alibasyah atau lorong basah disekitar Pasar 16 Ilir mengadu ke wakil rakyat yang duduk di DPRD Palembang.
Pedagang resah karena adanya selebaran, yang menyatakan bahwa pedagang akan dikenakan biaya tahunan dengan jumlah angka tertentu, selain dari retribusi resmi yang dikeluarkan oleh PD Pasar Palembang Jaya.
Pengurus Serikat PKL Sumsel yang ikut mendapingi pedagang bertemu dengan Komisi II, DPRD Palembang, Darwis mengatakan, pedagang resah dengan selebaran tersebut. Pihaknya berharap, Komisi II DPRD Palembang, bisa memastikan kebenaran hal tersebut.
"Selain ada tambahan biaya bagi pedagang, pedagang juga diancam untuk dipindahkan, jika tidak bisa memenuhi uang yang ditentukan,"katanya, usai melakukan audiensi dengan Komisi II, Selasa (2/8).
Menurutnya beban pedagang sudah cukup berat, karena harus mengeluarkan uang retribusi sebesar Rp 8.000 setiap hari.
"Rencananya, lorong basah akan dibuat lapak berukuran 1,5 meter untuk ratusan pkl disana. Dengan kompensasi tambahan sewa tahunan, kami dengar itu rencana PD Pasar, kami harap wakil kami di dewan bisa menyelesaikan keresahan pedagang,"ujarnya tanpa menyebutkan pasti besaran biaya tahunan tersebut.
Salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ia sudah berjualan selama 8 tahun, di lorong basah, selama ini tidak pernah ada biaya tahunan. Hanya ada biaya retribusi sebesar Rp 8 ribu.
"Kami sangat resah dengan selebaran tersebut, apalagi, biaya tahunannya mencapai puluhan juta, kamu tidak akan sanggup, kami bukan seqa kios. Kami hanya berjualan di lorong basah,"katanya.
Menyikapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Palembang Candra Darmawan mengatakan, pihaknya sesegara mungkin memanggil pihak PD Pasar Palembang Jaya, untuk meminta kejelasan.
"Kami sudah dapat nama yang menyebar selebaran tersebut, yakni berasal dari PD Pasar, tentu akan kami pertanyakan hal itu. Persoalan pasar ini tidak pernah beres-beres. Terutama pasar 16,"pungkasnya.
Feri Y



