Sabtu, 16 Mei 2015 - 01:06:58 WIB - Viewer : 7248
Pakar Politik, Idealnya Wawako Palembang Dari Kalangan Birokrat
AMPERA.CO, Palembang – Kendati pengangkatan Plt Walikota Palembang, Harnojoyo menjadi Walikota Palembang definitif masih belum bisa diterka, namun beberapa nama kandidat Wakil Walikota (Wawako) Palembang pun terus mencuat.
Salah satunya nama yang digadang-gadangkan cocok mendampingi Harnojoyo adalah Apriadi S Busri, Direktur Umum (Dirut) PD Pasar. Nama mantan Asisten IV Setda Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang ini ternyata juga menjadi jagoan Pengamat Politik Sumsel, Adriyan Saptawan.
Menurutnya, yang cocok meraih kursi Wawako Palembang adalah seseorang yang memang berpengalaman di bidang pemerintahan dan mampu mengimbangi Harnojoyo, yang notabene berasal dari kalangan partai.
“Idealnya, Wawako Palembang itu berasal dari kalangan birokrat. Jadi bisa mengimbagi Harnoojoyo yang pengalaman di bidang birokrasi masih minim. Salah satu nama yang cocok seperti Apriadi S Busri yang pernah menjabat di Pemkot Palembang,” ujarnya kepada AMPERA.CO, Jumat (15/5/2015).
Selain bisa mengiringi Harnojoyo yang lebih fasih di sektor partai, kehadiran Wawako Palembang dari kalangan birokrat juga dapat mengatasi berbagai masalah pelik di kota Palembang. Seperti salah satunya masalah kebanjiran yang tidak pernah absen melanda Palembang.
Ia menilai, belum teratasinya masalah banjir di Palembang ini dikarenakan para dinas terkait kurang bisa berkoordinasi dan memetakan Palembang dengan baik dan benar. Bahkan, saat ini terkesan saling lempar tanggung jawab.
“Mantan birokrat itu tidak harus yang masih menjadi PNS saat ini, bisa juga mantan PNS yang sudah pensiun dan masuk sebagai salah satu kader partai pengusung Romi-Harno kemarin. Atau tidak, mantan birokrat yang dipercaya oleh partai pengusung untuk bisa mewakili Harnojoyo,” urainya.
Sedangkan, jika Wawako Palembang berasal dari kalangan partai lagi, lanjutnya, akan ada ketimpangan karena tidak ada yang benar-benar mengerti dan berpengalaman soal birokrasi.
“Mungkin bisa juga diusung dari partai pendukung, dari kalangan partai. Tentunya berbagai partai pendukung harus berdiskusi terlebih dahulu, terlebih partai terkuat yaitu PDI-Perjuangan. Tapi kalau lebih bagus memang dari kalangan birokrat, atau juga bisa dari kalangan ilmuan, visioner ataupun teknokrat. Jadi mereka yang mengerti permasalahan kota Palembang seperti apa,” lanjutnya.
Feri Y



