Selasa, 04 Jul 2017 - 22:33:00 WIB - Viewer : 5260
Palembang Miliki 1300 H Kawasan Kumuh
Ampera.co
AMPERA.CO, Palembang - Asisten koordinator Neighborhood Upgrading and Shelter Project (NUSP) Agung Bahari mengatakan, program dana NUSP Tahun 2017 menyasar untuk pembangunan jalan, drainase dan tempat persampahan.
"Dana NUSP fokus utamanya untuk pengentasan kawasan kumuh. Untuk wilayah Palembang tersebar di 20 titik Kelurahan yang luasnya mencapai 1300 hektar kawasan kumuh dan ditargetlan 0 persen kawasan kumuh di Tahun 2019,"katanya, usai launching program NUSP oleh, Wakil Walikota Palembang, di Kelurahan Silaberanti, Selasa (4/7).
Agung mengatakan, program NUSP tahap awal di 2017 ini dikerjakan di 20 kelurahan yang telah ditetapkan dwngan pagu untuk satu kelurahan sekitar Rp500 juta, yang kemudian dikelola dan dipergunakan untuk pembangunan fisik oleh warga dan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM).
"Para LKM telah menyusun rencana kerja, pembangunan tahun melanjutkan fase dari tahun lalu, sekarang fokus pada pengerjaan jalan dan drainase, juga tempat persampahan,"katanya.
Dijelaskannya, titik kumuh yang masuk dalam program NUSP adalah 11 Ulu, 12 Ulu, 13 Ulu, 14 Ulu, 15 Ulu, 16 Ulu, 9-10 Ulu, Silabelanti, Tuan Kentang, Plaju Darat, Plaju Ilir, Kemas Rindo, Karyajaya, Kemang Agung, Tuan Kentang, 1 Ulu, 2 Ulu, Kuto Batu, Bendungan dan Kebun Bunga.
"20 titik kawasan kumuh yang menjadi bagian NUSP itu, sebagian besar ada kawasan Seberang Ulu, terutama kawasan pinggiran sungai,"bebernya.
Sementara itu, Satuan Kerja (Satker) NUSP Albert Midianto mengatakan, dari 59 titik kumuh, 20 titik ditangani NUSP dan 39 masuk pada program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).
Program NUSP telah berjalan sejak 2015. Program tersebut digagas oleh pemerintah pusat melalui Dinas PUPR yang kemudian disalurkan kepada LKM.
Ia mengaku, pada Tahun 2015 dana yang terserap sebesar Rp 2 miliar dan tahun lalu Rp 12 miliar. 2017 ini masyarakat banyak yang mengusulkan untuk Infrastruktur, drainase, kotak sampah dan MCK.
"Program yang berjalan sejak dua tahun lalu ini sudah menyerap sekitar Rp 14 miliar,"katanya.
Ditambahkannya, dana yang langsung disalurkan kepada LKM tersebut langsung dipergunakan bagi pengentasan kawasan kumuh. Seperti diantaranya untuk membuat sanitasi skala kecil, drainase, infastruktur jalan, kotak sampah juga MCK.
"Kita ajukan kepada pusat sesuai dengan usulan masyarakat juga,"Pungkasnya



