Kamis, 04 Okt 2018 - 22:09:00 WIB - Viewer : 224

Palembang Targetkan Penurunan Efek Gas Rumah Kaca 11,79 Persen di 2030

rep : AT.Putra/Ed:Feri

Sekda Palembang Harobin Mustofa, bersama Kepala Bappeda dan Litbang Palembang Harrey Hadi, foto bersama usai acara, Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD GRK), di Hotel The Zuri, Kamis (4/10).  

AMPERA.CO, Palembang - Guna mengurangi efek negatif akibat emisi gas rumah kaca. Bappeda dan Litbang Palembang, gelar acara Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD GRK), di Hotel The Zuri, Kamis (4/10).  

Kepala Bapeda dan Litbang Kota Palembang Harrey Hadi mengatakan, efek dari  gas rumah kaca adalah suhu bumi meningkat. Jika tidak ada aksi konkret maka es di kutub akan meleleh.  

"Aksi penurunan efek gas rumah kaca ini menjadi agenda nasional yang harus disuport kabupaten dan kota, antara lain meningkatkan ruang terbuka hijau,  mengurangi efek gas rumah kaca," katanya.

Dijenjelaskannya, asap kendaraan juga menyumbang CO2 dari gas buangnya. 

Jadi kemacetan juga menyebabkan peningkatan CO2. Langkah untuk mengurangi CO2 adalah dengan menggunakan transportasi masaal LRT dan bus.

"Selain itu menghindari pembakaran sampah. Industri gas juga harus memerhatikan buangan gasnya di udara," imbuhnya.

Harrey menambahkan, langkah kecil untuk mengurangi efek gas rumah kaca adalah dengan menanam satu rumah satu pohon.

"Satu pohon itu bisa menyuplai oksigen untuk 2 orang," pungkasnya. 

Sementara itu, Sekda Palembang Harobin Mustofa mengatakan, emisi gas rumah kaca menyebabkan perubahan iklim dunia. Di antaranya curah hujan yang tidak menentu, kekeringan, hingga menyebabkan gagal panen.  

"Di sini kita membangun komitmen bersama menurunkan efek gas rumah kaca. Indonesia berkomitmen menurunkan efek gas rumah kaca sebesar 29 persen. Pemprov Sumsel juga mendorong setiap kabupaten dan kota berperan aktif penurunan efek gas rumah kaca. Kita targetkan penurunan efek gas rumah kaca 11,79 persen pada 2030 ," pungkasnya

    TAGS   :

Komentar Berita