Rabu, 07 Sep 2016 - 19:14:00 WIB - Viewer : 6204
Pangdam : Sumpah Prajurit Harus Terpatri Dalam Hati
ISTIMEWA
AMPERA.CO, Palembang - Pangdam II/Swj, Mayjen TNI Sudirman melantik dan mengambil sumpah 192 Orang Prajurit Dua pada Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama Gel I tahap I TA. 2016 di Rindam II/Swj Lahat Rabu (7/9).
Dalam pelantikan ini, Pangdam mengingatkan bahwa sumpah yang baru diucapkan ini merupakan suatu janji suci. "janji yang tidak hanya terucap lewat mulut tetapi harus terpatri dalam hati. jangan sekali-kali melanggar sumpah sampai kapanpun" tegasnya.
Lebih lanjut, pangdam menjelaskan esensi dan makna yang tersirat dan tersurat dalam sumpah tersebut, harus benar-benar dipegang teguh dan dijadikan landasan moral dalam setiap pelaksanaan pengabdian sebagai Prajurit TNI Angkatan Darat. "Selain itu sadari bahwa prosesi pelantikan ini merupakan puncak perubahan status kalian dari masyarakat sipil menjadi Prajurit TNI Angkatan Darat. Perubahan status ini merupakan tonggak penting dimulai pengabdian kalian sebagai Prajurit TNI AD sekaligus memiliki konsekuensi logis terhadap sikap mental, pola pikir dan perilaku kalian sebagai Prajurit TNI Angkatan Darat. Kalian telah terikat dan diikat oleh berbagai aturan disiplin militer". Tegas pangdam
Dalam kesempatan ini, pangdam juga berharap bahwa bekal yang diterima dalam lembaga pendidikan ini dapat memotifasi para Prajurit dalam mengembangkan profesionalisme guna menyongsong tantangan tugas mendatang. Mengingat latihan merupakan kesejahteraan yang paling hakiki bagi seorang Prajurit. Karena dengan belajar dan berlatih akan menjadikan kita sebagai Prajurit yang hebat, terlatih, mahir dan profesional serta berhasil dalam mengemban setiap tugas.
Penutupan ini menandai selesainya pendidikan tahap pertama dan berhak menyandang pangkat Prajurit Dua. Selanjutnya Prajurit ini akan melaksanakan pendidikan tahap II menurut kecabangan masing-masing. Pendidikan pertama yang baru selesai, bertujuan membentuk Prajurit yang memiliki sikap dan perilaku sebagai Prajurit Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar kePrajuritan serta kondisi jasmani yang samapta.
Selesai upacara dilanjutkan dengan demontrasi Yong moo do, bongkar pasang senjata dengan mata tertutup, kolone senapan, demontrasi taktik serangan, menjinakkan ular, dan menarik mobil mengunakan gigi.



