Selasa, 18 Jul 2017 - 02:02:00 WIB - Viewer : 1836

Parkir Online Dihentikan Sementara

Rep : AT. Putra / ed : Feri

AMPERA.CO, Palembang - Puluhan orang yang mengatasnamakan juru parkir (Jukir) yang ada di Metropolis mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang. Untuk mengadukan nasib mereka yang tak menentu akibat adanya parkir online.

Salah seorang jukir, Rusdi mengatakan, pihaknya meminta pengelolaan parkir di Palembang khususnya dikawasan Jalan Kolonel Atmo, diberlakukan manual seperti biasa. Artinya tak ada parkir online lagi. Supaya tetap bisa bekerja. Mengingat menjadi jukir adalah sumber pencarian mereka. 

"Kami cari nafkah dari parkir kalau ada yang online nasib kami tak menentu,  jelas kami menolak adanya parkir online," katanya usai melakukan audiensi tertutup bersama, Komisi II DPRD Palembang, Senin (17/7).

Ia dan jukir lain berharap, DPRD Palembang bisa menghentikan dan menyetop parkir online yang sudah berjalan di beberapa titik parkir di Palembang dan tidak melanjutkan parkir online.

"Kita maunya cara konvensional, tolak sistem online,"katanya

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Palembang Chandra Darmawan, mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan langkah yang diambil Pemkot Palembang dalam menerapkan parkir online. Tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan wakil rakyat yang duduk di DPRD Palembang.

"Pada dasarnya kita setuju ada parkir online. Seperti halnya yang diterapkan di DKI Jakarta, tapi yang menjadi masalah sekarang Pemkot Palembang, tidak ada perencanaan yang matang dalam mengambil kebijakan itu. Sehingga ada keluhan dari jukir konvensional yang tidak terima," katanya.

Harusnya, sambung dia, Pemkot Palembang terlebih dahulu mengajak perwakilan jukir konvensional untuk berdiskusi soal rencana penerapan parkir online tersebut. Sehingga tidak terjadi gesekan.

"Langkah yang diambil Pemkot Palembang terlalu terburu-buru, apalagi melibatkan pihak ketiga untuk mengelola parkir online, tanpa berkomunikasi dengan kami. Pikirkan nasib mereka (jukir). Tentu ini sangat kami sayangkan, seharusnya mereka dilibatkan. Karena bagaimanapun juga, banyak jukir yang menghidupi anak istri dari hasil sebagai jukir,"katanya.

Guna meneyelesaikan persoalan itu, dalam waktu dekat pihaknya segera akan memanggil pihak-pihak yang bertanggungjawab, guna menyelesaikan persoalan tersebut.

"Segera kita panggil,"ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Diahub) Palembang Kurniawan mengatakan , pihaknya sedang membahas mengenai berhentinya operasional parkir online.

"Sedang kita bahas, dan carikan solusinya,"katanya.

Menurutnya, semua pihak sudah sepakat untuk menghentikan sementara sistem parkir online.  Sampai ada solusi yang menguntungkan semua pihak, barulah sistem online kembali diterapkan.

"Besok akan kita bahas lagi,  kita terus berdialog cari jalan keluar," Pungkasnya.

Komentar Berita