Minggu, 31 Mei 2015 - 03:52:43 WIB - Viewer : 11772

Pasar Modal Jadi Alternatif Pendanaan Proyek Infrastruktur

Teddy F

(PHOTO : SOLOPOS)
ilustrasi

AMPERA.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa pendanaan untuk proyek infrastruktur tidak hanya bisa mengandalkan perbankan namun bisa juga mengembangkan pendanaan melalui pasar modal.

Muliaman Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK, mengatakan pencarian dana melalui pasar modal menjadi suatu alternatif  karena bersifat pembiayaan jangka panjang. “Sulit, jika hanya mengandalkan perbankan, kita harus mengembangkan pembiayaan yang datang dari pasar modal,” kata dia.

Untuk caranya sendiri, bisa melalui seperti menambah produk-produk baru atau pembiayaan yang biasa dipakai oleh para pengusaha atau investor untuk kemudian dijual di pasar modal dan dibeli kembali oleh para investor.

Menurut dia, harus dibagi secara rata antara pembiayaan melalui bank dan pembiayaan yang datang melalui pasar modal. Pengembangan produk seperti reksa dana dengan pengeluaran terbatas dan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset(KIK EBA) yang sebagian pada dasarnya adalah underline asetnya proyek itu sendiri adalah sesuatu yang sangat relevan untuk melengkapi pembiayaan yang selama ini hanya datang dari bank.

Lebih lanjut, Muliaman menguraikan, untuk produk tersebut agar bisa dikemas dengan cara tersendiri agar bisa menarik para investor. “Seperti membangun lapangan terbang yang kemudian dijual obligasinya kemudia karena lapangan tersebut istilahnya generate money atau menghasilkan pendapatan, pendapatan tersebut yang nantinya digunakan untuk mengembalikan dari pinjaman investasi tersebut,” jelas dia.

Dalam jangka panjang, pemerintah juga berencana untuk membangun bank infrastruktur, Muliaman mengatakan pihaknya sedang mengupayakan hal tersebut. “Merger antara Pusat Investasi Pemerintah (PIP)  dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), saya kira sudah jadi awal bahwa bagaimana pembiayaan infrastruktur yang pada dasarnya butuh dana jangka panjang agar dapat diakomodir disitu,” kata dia.

Ia menambahkan, ukuran pendanaan dari institusi tersebut juga tergolong masih berukuran kecil, sedangkan kebutuhan proyek infrastruktur banyak sekali. “Maka dari itu tidak menutup kemungkinan, kemudian kita mencari dari pasar modal,” jelas dia.

Dari segi kendala pembiayaan infrastrukturnya, Muliaman menuturkan harus melakukan kajian lebih dalam tahapan dalam mengindentifikasi proyek itu sendiri. "Proyeknya ada yang besar dan kecil, setelah kita selesai indetifikasi, lalu didesain struktur keuangannya, setelah itu baru selesai dijual di pasar modal," kata dia.

Feri Yuliansyah