Selasa, 19 Apr 2016 - 19:46:00 WIB - Viewer : 10080
Pelabuhan 35 Ilir Diambil Alih PT Patralog
AMPERA.CO/AT.PUTRA
AMPERA.CO, PALEMBANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, akan kembali mengoperasionalkan pelabuhan 35 Ilir. Namun, pelabuhan itu, tidak dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang, melainkan oleh, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Palembang Trading and Logistik (Patralog).
Direktur Operasional dan Pemsaran PT Patralog, Suparman Roman, mengatakan, pihaknya melihat ada potensi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang, ketika pelabuhan tersebut kembali dioperasikan. Pasalnya, banyak tongkang di perairan sungai Musi akan berlabuh di pelabuhan tersebut.
"Potensinya besar makanya kita akan kembali operasikan,"katanya, Selasa (19/4).
Pria yang mengundurkan diri sebagai Sekjen DPW Partai Nasdem Sumsel, sejak dipercaya mengelola PT patralog ini menyebutkan, pihaknya telah menyiapkan, Peraturan Walikota (Perwali), untuk mengoperasionalkan kembali pelabuhan 35 Ilir tersebut. Sehingga dalam waktu dekat sudah memiliki kekuatan hukum dan siap beroperasional.
"Kami juga sedang melakukan invetarisir sarana dan prasarana yang tersisa yang masih bisa dimanfaatkan. Kita targetkan secepatnya mulai beroperasi,"katanya.
Selain akan mengelola Pelabuhan 35 Ilir, PT Patralog juga akan mengelola retribusi pengelolaan saham sebesar 20 persen dari PT Penajam Internasional Terminal yang merupakan anak perusahaan PTBA. Terkait penarikan retribusi kepada kapal pengangkut batubara yang melintas di Sungai Musi.
"Dengan penanaman modal itu, nanti Pemkot Palembang mendapatkan hasil untuk menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga akses Sungai yang dilintasi oleh tongkang pengangkut batu bara bisa dimaksimalkan,"bebernya.
Suparman menambahkan, saat ini pihaknya sedang menunggu izin keluar dari Kementrian Perhubungan. Pihaknya tengah memperbaiki perusahaan plat merah, milik Pemkot Palembang tersebut.
"Perusahaa ini kan pernah fakum, Sehingga butuh perbaikan semua lini. Termasuk masalah perizinan,"ulasnya.
Feri



