Kamis, 24 Okt 2024 - 21:39:00 WIB - Viewer : 6300

Pelatihan Pembuatan Booklet Anti-Perundungan Menggunakan Flipbook Bagi Guru BK SMA di Palembang

Redaksi AMPERA.CO

IST
Pembukaan Acara Pelatihan Pembuatan Booklet

AMPERA.CO, Palembang - Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Palembang, dosen dan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sriwijaya menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pelatihan Pembuatan Booklet Anti-Perundungan Menggunakan Flipbook Bagi Guru BK SMA di Palembang”. Kegiatan ini berlangsung di SMA Negeri Sumatera Selatan pada 24 September 2024 dan diikuti oleh 25 guru BK dari berbagai SMA di Kota Palembang.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru BK dalam menggunakan media BK untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik. Melalui kegiatan ini, diharapkan guru BK memiliki pengetahuan tentang isu tiga dosa besar dalam pendidikan, pemahaman mengenai perundungan, dan prosedur pembuatan booklet, serta mampu mempraktikkan penggunaan booklet Anti-Perundungan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ibu Ratna Sari Dewi, M.Pd., dengan anggota yang terdiri dari Ibu Minarsi, M.Pd., Kons., Ibu Vera Bekti Rahayu, M.Psi., Psikolog, Ibu Silvia AR, M.Pd., dan Bapak Bagus Abdillah, M.Pd. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan sebelas mahasiswa, yaitu Muhammad Aldy Ferdiansyah, Nia Bening Mutiara, Jelyanah, Dewi Indah Durrotul K., Putri Salsyabilah, Sony Khoirilsyah, Muthiah Anis Atsillah, Yurida Ajmalia, Siti Nurhaliza, Elda Dita, dan Nabila Ade.

Kegiatan ini dibuka dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan dan laporan oleh ketua pelaksana, Ibu Ratna Sari Dewi, M.Pd.

Gambar 2. Kata Sambutan dan Laporan Ketua Pelaksana

Selanjutnya, kata sambutan diberikan oleh Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA di Palembang, Bapak Bagus Abdillah, M.Pd.

Gambar 3. Kata Sambutan Ketua MGBK SMA di Palembang 

Terakhir, kata sambutan dari Kepala SMA Negeri Sumatera Selatan, yang diwakili oleh Bapak Eko Valery Freddie, S.E., M.Pd. Sambutan tersebut menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung kegiatan ini dan pentingnya kolaborasi antara guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Gambar 4. Kata Sambutan Wakil Kepala SMA Negeri Sumatera Selatan 

Usai kata sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan plakat kepada pihak sekolah yang diserahkan oleh Ibu Ratna Sari Dewi, M.Pd. selaku ketua pelaksana kepada Bapak Eko Valery Freddie, S.E., M.Pd. selaku wakil kepala SMA Negeri Sumatera Selatan. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama.


Gambar 5. Penyerahan Plakat


Gambar 6. Foto Bersama Peserta dan Pihak Sekolah

Setelah acara pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi coffe break. Selanjutnya, diadakan pre-test yang bertujuan untuk mengukur pengetahuan awal peserta terkait materi yang akan disampaikan. Pre-test ini berlangsung selama kurang lebih 15 menit dan dipandu langsung oleh mahasiswa yang bertugas.

Setelah pre-test selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi yang membahas tiga isu dosa besar dalam pendidikan, yaitu perundungan, intoleransi, dan kekerasan seksual. Materi tersebut disampaikan oleh tiga narasumber yang merupakan dosen Prodi BK FKIP Unsri.

Materi pertama tentang “Mencegah Kekerasan Seksual di Sekolah” disampaikan oleh Ibu Vera Bekti Rahayu, M.Psi., Psikolog. Dalam sesi ini, Ibu Vera membahas berbagai hal tentang pencegahan kekerasan seksual di sekolah, termasuk pengertian kekerasan seksual, faktor-faktor yang memengaruhi, serta strategi yang dapat diterapkan oleh siswa, guru, dan orang tua. Selanjutnya, dilaksanakan sesi tanya jawab seputar materi yang telah di sampaikan.


Gambar 7. Narasumber I

Sebelum melanjutkan materi yang kedua, mahasiswa mengajak peserta untuk melakukan ice breaking terlebih dahulu. Ice breaking ini bertujuan untuk mencairkan suasana dan membuat peserta lebih fresh.


Gambar 8. Ice Breaking

Setelah ice breaking, sesi penyampaian materi dilanjutkan oleh narasumber kedua, Ibu Minarsi, M.Pd., Kons. Kali ini, materi yang disampaikan mengenai “Anti-Perundungan di Sekolah”. Dalam sesi ini, Ibu Minarsi menjelaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman tanpa perundungan. Beliau juga mendorong peserta untuk saling mendukung dan menciptakan suasana yang positif di sekolah. Kemudian, dilaksanakan kembali sesi tanya jawab bagi peserta yang memiliki pertanyaan.


Gambar 9. Narasumber II

Usai sesi tanya jawab pada materi yang kedua, kegiatan langsung dilanjutkan dengan penyampaian materi ketiga yaitu “Toleransi dan Strategi Pencegahan Intoleransi di Sekolah”. Materi ini disampaikan oleh Ibu Ratna Sari Dewi, M.Pd. dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya toleransi dan memberikan panduan bagi guru BK tentang bagaimana menghadapi intoleransi di sekolah. Pada sesi ini, diberikan kesempatan juga bagi peserta yang ingin bertanya.


Gambar 10. Narasumber III


Gambar 11. Sesi Tanya Jawab

Setelah seluruh materi selesai, peserta diberi waktu sekitar 1 jam untuk istirahat, sholat, dan makan (ishoma). Setelah itu, peserta diminta kembali ke tempat acara untuk melanjutkan kegiatan berikutnya.

Kegiatan berikutnya adalah sesi pembuatan booklet Anti-Perundungan yang dipandu oleh Nia Bening Mutiara dan Muhammad Aldy Ferdiansyah. Dalam sesi ini, peserta dijelaskan tutorial pembuatan booklet dan flipbook menggunakan aplikasi Canva. Kemudian, peserta diminta untuk mencoba membuat langsung booklet dan flipbook. Selama proses pembuatan, peserta akan mendapatkan pendampingan hingga praktik penggunaannya dalam layanan bimbingan klasikal.


Gambar 12. Tutorial Pembuatan Booklet Anti-Perundungan


Gambar 13. Praktik Pembuatan Booklet Anti-Perundungan

Setelah semua rangkaian kegiatan selesai, peserta diminta untuk mengisi post-test untuk mengukur pemahaman mereka setelah mengikuti pelatihan. Selanjutnya, kegiatan ditutup oleh MC dengan ucapan terima kasih kepada semua peserta dan pihak sekolah atas partisipasi serta kontribusinya dalam kegiatan ini. Diharapkan, pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat diterapkan dalam praktik bimbingan dan konseling.


Gambar 14. Foto Bersama Narasumber dan Moderator


Gambar 15. Foto Bersama Tim Pengabdian Kepada Masayarakat