Senin, 21 Nov 2016 - 23:14:00 WIB - Viewer : 8708
Pembangunan Kanal Keramasan Bermasalah
/// Pembangunan Hanya Habiskan Dana Rp 180 Juta
AMPERA.CO, Palembang - Pembangunan dam saluran air atau kanal yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, di Jalan Putri Dayang Rindu RT 22, RW O5 Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati bermasalah. Pasalnya, dari total anggaran sebesar Rp 397 juta, hanya dilaksanakan sekitar Rp 180 juta.
Berdasarkan pantauan, Senin (21/11) bangunan yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) Kota Palembang Tahun 2016 pada dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PUCK) sebesar Rp 397 juta itu, tidak mampu membendung aliran air, karena ketinggiannya tidak sesuai.
Berdasarkan informasi warga sekitar, sekaligus tukang yang melakukan pekerjaan itu, pembangunan mulai dilaksanakan sekitar 27 Juli dan selesai akhir Agustus 2016.
Disebutkannya, untuk membeli bahan bangunan itu, menggabiskan dana lebih kurang Rp 150 juta, yang meliputi pasir, semen, kayu gelam, papan, paku dan lainnya. Sementara untuk upah tukang sampai pekerjaan selesai sebesar Rp 35 juta.
"Bangunan itu memiliki panjang kiri dan kanan 58 meter, sementara untuk ketinggian 2,8 meter. Total penbangunannya lebih kurang Rp 180 juta. Yang kami tau anggarannya Rp 397 juta, tapi bangunannya tidak sampai sebesar itu. Kami tau nilai itu, ketika pihak PUCK Palembang melakukan pemasangan papan proyek, tapi tidak lama, sekitar 10 menit dipasang, papan proyek langsung dilepas, karena cuma untuk di foto saja,"kata pria yang enggan namanya disebutkan, saat dibincangi, Senin (21/11).
Ketua RT 22, Indra mengatakan, yang melakukan pembangunan itu adalah PT Massayu Gunter. Berdasarkan informasi, bangunan dam saluran air itu akan dilanjutkan kembali pada November ini, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan.
"Ya, PT Massayu Gunter. Infonya mau dilanjutkan lagi, pada anggaran perubahan, tapi sekarang belum ada kabarnya,"katanya
Sementara itu, Camat Kertapati, Dwi Yudiansyah mengatakan, ia tidak mengetahui adanya pembangunan kanal itu, karena tidak ada koordinasi dengan pihak Kecamatan terkait pembangunan itu.
"Tidak ada koordinasi dengan kami. Tau-tau ada pembangunan dan sudah selesai,"katanya singkat, saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Terpisah, Kepala PUCK Palembang, Saiful Bay mengatakan, ia belum mengetahui pasti pembangunan itu.
"Saya tidak tau, nanti saya cek dulu,"pungkasnya.



