Selasa, 21 Feb 2017 - 18:22:00 WIB - Viewer : 6956
Pemkot Palembang Lamban Respon Keluhan Rakyat Miskin
AMPERA.CO, Palembang - Meski sudah mengajukan permohonan sebanyak 7 kali untuk dilakukan bedah rumah. Tapi, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang belum juga melakukan bedah rumah terhadap janda 9 anak atas nama Halimah (47) yang beralamat di Jalan Panca Usaha Lorong Porlopa RT 55 RW 12, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1.
Halimah mengatakan, ia sudah mengajukan permohonan bedah rumah kepada Pemkot Palembang sejak 2013 lalu. Bahkan sudah ada 3 kali pergantian Lurah. Tapi, sampai hari ini, Selasa (21/2), pihak dari Pemkot Palembang belum ada melakukan survei.
"Kami sangat berharap kepada Pemkot Palembang bisa melakukan bedah rumah. Dirumah ini kami tinggal 11 orang, 9 orang anak dan ibu saya. Kami ini orang susah, suami sudah meninggal sejak 2005,"katanya saat dibincangi, Selasa (21/2).
Dijelaskannya, ketika ia mendatangi kantor Lurah untuk mengajukan permohonan itu, pihak Kelurahan 5 Ulu mengatakan, bahwa program bedah rumah, belum ada di daerah tempatnya tinggal.
"Sudah 7 kali kami ajukan. Kami mohon Pemkot Palembang bisa segera melakukan bedah rumah. Kami takut rumah ini roboh akibat diterjang angin kencang,"ujarnya.
Ia menagku, sering tidak bisa tidur akibat rumahnya dimasuki air. Karena atap seng rumahnya banyak bolong yang menyebabkan kasur basah dan harus menunggu hujan berhenti.
"Sekarang musim hujan, kami takut. Rumah kami sudah hampir ambruk. Dinding-dinding rumah banyak lepas dan hanya ditambal pakai papan buruk,"kata ibu yang bekerja sebagai tukang cuci piring di salah satu warung makan ini.
RT 55, Yuswarita mengatakan, untuk administrasi syarat bedah rumah sudah lengkap. Yakni, e-KTP, Kartu Keluarga (KK), surat rumah dan lainnya. Pihaknya sudah berulang kali mendatangi pihak Kelurahan untuk segera dibantu. Tapi tidak ada respon.
"Sudah sering kami ajukan. Tapi belum ada reapon dari pihak Kelurahan. Kami harap Pemkot Palembang bisa segera membantu, karena sudah sangat layak untuk dibedah,"hatapnya.
Menyikapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Palembang, Aidil Adhari mengatakan, pihaknya sangat menyangkan lambannya respon Pemkot Palembang terhadap rakyat miskin. Seharusnya, hal itu menjadi perhatian serius.
"Harusnya Pemkot Palembang sigap. Jangan sampai terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, baru turun. jangan sampai ada korban, kami harap Pemkot Palembang segera turun kelapangan untuk mengecek rumah tersebut,"kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP DPRD Palembang ini.
Sementara itu, Walikota Palembang melalui, Kabag Humas Pemkot Palembang, Rudiantoro mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak Kelurahan, Kecamatan atau dinas terkait untuk menelusuri berkas warga yang ingin rumahnya dibedah tersebut.
"Akan ditelusuri dulu administrasinya. Kalau memang sudah layak, tentu akan menjadi perhatian serius Pemkot Palembang,"pungkasnya



