Kamis, 24 Okt 2019 - 23:49:00 WIB - Viewer : 3776
Pemkot Palembang Tebang Pilih Tegakkan Aturan
AMPERA.CO
AMPERA.CO, Palembang - Kembali dibukanya segel gerai Bakso Granat Mas Azis di Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo, mendapat komentar negatif dari sejumlah pedagang kaki lima.
Beberapa dari mereka kebijakan yang dilakukan kemarin, Rabu (23/10) menjadi bukti jika, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tebang pilih dalam melaksanakan aturan.
"Pemerintah tidak adil, giliran kami ditertibkan, barang-barang kami diangkut. Nasib pedagang kecil diabaikan," kata Aziz, salah satu pedagang kaki lima, di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Kamis (24/10).
Pedagang kecil lainnya, Indra, pedagang air mineral, di kawasan BKB,) ini menganggap hukum pemerintah tajam kebawah tumpul keatas.
"Kalau kami pedagang kecil, ditertibkan hingga barang diangkut bahkan dipukili oknum petugas. Giliran pedagang besar seperti Bakso granat Aziz yang salah, tidak diapa-apakan, bahkan segel yang dipasang hanya bertahan berapa jam saja," keluhnya.
Ketua Serikat Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Palembang Darwis mengatakan, sudah sewajarnya jika para pedagang kaki lima di Kota Palembang merasa tidak adil dengan sikap Pemkot Palembang terkait tindakan terhadap Bakso Granat Mas Azis.
Perbedaan penindakan yang dilakukan pihak Pemkot terhadap gerai bakso yang terletak tidak jauh dari SMAN 11 Palembang tersebut, sangat tidak adil bagi seluruh pedagang kaki lima.
"Berbeda sekali penindakannya dengan PKL. Dimana, sebut saja bakso granat mendapat perlakukan cukup istimewa," katanya.
Ia berharap, Pemerintah Kota Palembang dalam hal ini Walikota Palembang yang menandatangani SK penyegelan dapat bersikap lebih adil. Jangan sampai ada perlakukan tebang pilih dalam hal menegakkan aturan.
"Kami berharap Walikota untuk berlaku adil terhadap kami pedagang kaki lima ini. Kami pedagang kecil siap berkontribusi terhadap Kota Palembang, tidak hanya pedagang besar seperti Bakso Granat Mas Aizs, dengan tidak melakukan penerapan yang kurang bersahabat dengan para pedagang kaki lima," pungkasnya.



