Kamis, 04 Jun 2015 - 14:07:00 WIB - Viewer : 7176
Pengrajin Kerupuk Keluhkan Sepinya Pembeli Dan Naiknya Harga Bahan Pokok
Foto : fERWAN
AMPERA.CO, Lubuklinggau - Naiknya harga sejumlah sembako jelang puasa turut juga berdampak pada pengrajin kerupuk di kota Lubuklinggau. Hal ini dikarenakan naiknya bahan baku berupa tepung terigu dan minyak goreng membuat pengrajin tahun menurunkan produksi kerupuknya.
Untuk menggurangi kerugian akibat naiknya sejumlah bahan baku jelang bulan puasa untuk pembuatan kerupuk, pengrajin kerupuk di Lubuklinggau mengurangi produksi kerupuknya.
Hal ini diungkapkan Juariyah salah seorang pengrajin kerupuk di kelurahan Cereme Taba kecamatan Lubuklinggau timur kota Lubuklinggau. Juariyah mengatakan akibat naiknya harga bahan baku hingga 20 sampai 30 persen seperti minyak goreng yang sebelumnya ribu perkilo kini naik menjadi 12 ribu perkilonya. Tepung terigu yang sebelumnya 165 ribu persak kini naik menjadi 180 ribu rupiah. Untuk itu ia terpaksa mengurangi poroduksinya yang sebelumnya setiap hari bisa menghasilkan 200 ball (bungkus) kerupuk namun saat ini menurun 150 ball kerupuk.
“Bahan baku kerupuk naik lagi sampe 30 persen, jadi terpaksa mengurangi produksi kerupuk,” ungkap Juariyah.
Ia berharap kepada pemerintah agar segera menstabilkan lagi harga sembako, hal ini dikarenkana selain harga bahan poko naik, tingkat pembelian pun kian sepi.
BerlianPratama



