Jumat, 19 Jun 2015 - 20:02:00 WIB - Viewer : 6828

Perbaikan Jalan Terhambat Truk Batubara

Hendra

Foto: Istimewa
Ilustrasi

AMPERA.CO, Palembang - Kasatker Pelaksana Jalan dan Jembatan Metropolitan Palembang pada Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah III, Gunawan mengeluhkan perbaikan jalan negara (nasional) terhambat akibat parkir panjang dan konvoi yang dilakukan sejumlah truk batubara. Truk batubara yang parkir tersebut kerap dilakukan mulai dari jalan perbatasan kota Palembang-Indralaya hingga beberapa titik Jalan Musi II-Jalan Alamsyah Ratu Prawira-Jl Soekarno Hatta.

“Antrian truk batubara ini pada malam hari sampai pagi. Padahal kita ingin perbaikan jalan yang rusak. Kalau siang hari banyak kendaraan yang bisa bikin macet. Dengan begini kita jadi kesulitan,” ujar Gunawan kemarin.

Dia menuturkan, antrian truk batubara tersebut kerap memakai satu lajur seperti di Jl Srijaya Negara sampai Indralaya hingga subuh. Hal tersebut dirasakan sangat menganggu.

“Kalau bisa kami minta sebulan sebelum lebaran ini tidak ada lagi truk batubara. Yah bisa dihentikan dahulu.  Kalau sudah lebaran silahkan saja jalan lagi. Kami susah mau perbaikan jalan. Dengan begini kami terpaksa curi-curi waktu untuk perbaikan. Padahal warga ingin perbaikan cepat selesai,” tandasnya.

Padahal jelas Gunawan, sebenarnya pada malam hari dinilai tepat untuk perbaikan jalan. Karena pada siang hari lalu lintas sangat padat dan bila dilakukan siang hari bisa menimbulkan macet panjang. Namun ternyata siang hari sulit dan malam banyak batubara jadi sulit juga. Hal tersebut membuat pihaknya harus berpikir untuk mencari waktu yang tepat. Sedangkan pihaknya menginginkan perbaikan jalan segera tuntas sebelum lebaran.

Perbaikan satu lapis

Untuk mengejar waktu mendekati lebaran, pihak balai besar berharap agar pada H-14 seluruh jalan negara yang rusak di dalam kota Palembang dalam mulus kembali. Oleh karenanya dilakukan percepatan pengerjaan. Menurut Gunawan, kerusakan jalan negara yang cukup parah terjadi di Jl Srijaya Negara, Jl Alamsyah Ratu Prawira Negara. Namun begitu upaya untuk menutup lobang jalan yang rusak sendang dilakukan.

“Sebelum lebaran ini, diusahakan sampai aspal meski 1 lapis dahulu. Baru setelah lebaran disambung lagi hingga tuntas. Yah, paling tidak sudah agregat dan sudah diaspal. Sehingga tidak ada lagi lobang. Paling tidak pada H-14 sudah bagus,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Palembang, Mulyadi menuturkan perbaikan jalan merupakan sesuatu yang mendesak untuk diprioritaskan. Karena hal tersebut merupakan kebutuhan masyarakat banyak. “Sebagai wakil rakyat kami minta secepatnya karena ini sifatnya urgent,” ujar Mulyadi.

Mengenai perbaikan sementara, Mulyadi berharap secepatnya dilakukan meskipun tambal sulam yang sifatnya sementara. Lalu kemudian dilakukan perbaikan jalan secara permanen. “Masyarakat tentu berharap tidak ada lagi jalan yang berlobang. Kami berharap ini segera terjadi dan masyarakat bisa tenang untuk mudik lebaran,” bebernya.

BerlianPratama