Selasa, 24 Jan 2017 - 13:09:00 WIB - Viewer : 5384
Perguruan Tinggi masih kekurangan 38.000 tenaga dosen dibidang kesehatan
AMPERA.CO, Jakarta - Kesempatan besar bagi kamu yang bercita-cita menjadi dosen, karena saat ini perguruan tinggi kekurangan sekitar 38.000 tenaga dosen dibidang kesehatan.
"Saat ini perguruan tinggi kekurangan 38.000 dosen di bidang kesehatan baik itu di program studi perawatan, kebidanan maupun gizi," ujar Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir usai pertemuan dengan Asosiasi perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) di Jakarta, Senin (23/1).
Dijelaskannya, bahwa masalah kekurangan dosen ini disebabkan bertambahnya jumlah mahasiswa.
Saat ini, jumlah rasio dosen untuk perguruan tinggi swasta masih 1:100. Padahal idealnya 1:40.
Selain itu juga, jumlah penyelenggaraan pendidikan program pascasarjana tumbuhnya tidak sesuai dengan jumlah permintaan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, lanjut dia, pihaknya akan memberikan mandat ke beberapa perguruan tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan program pascasarjana. "Ke depan, kami akan bantu untuk peningkatan kompetensi dosen."
Untuk mengatasi persoalan itu, lanjutnya, pihaknya akan merekrut dosen dari industri.
"Jadi nanti dosennya bisa diambil dari industri, yang selama ini belum pernah masuk ke perguruan tinggi. Selain itu permintaan dari Aptisi ada 15 PTS yang akan menyelenggarakan pendidikan program S2," lanjut dia.
Sementara itu Ketua Aptisi, Budi Djatmiko, meminta Kemristekdikti untuk tidak membedakan antara perguruan tinggi swasta dan negeri.
"Agar perguruan tinggi swasta juga bisa membuka kelas pascasarjana. Kami meminta dosen di perguruan tinggi negeri diperbantukan di perguruan tinggi swasta juga," kata Budi.



