Minggu, 26 Okt 2025 - 14:49:00 WIB - Viewer : 2240
PKM Prodi BK FKIP UNSRI Dorong Pencegahan Perundungan di SMAN Sumatera Selatan
// Melalui Pelatihan Edukasi Anti-Bullying
IST
AMPERA.CO, Palembang – Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pelatihan Edukasi Anti-Bullying melalui Layanan Dasar Konseling bagi Siswa Menuju Lingkungan Belajar yang Sehat Mental.”
Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri Sumatera Selatan dan diikuti dengan antusias oleh 24 siswa dari kelas X hingga XII.
Tim PKM Prodi BK FKIP Unsri dan Siswa SMAN Sumatera Selatan
PKM ini diketuai oleh Nur Wisma, S.Pd.I., M.Pd. dengan anggota tim dosen Rani Mega Putri, M.Pd., Kons., Dr. Alrefi, M.Pd., Silvia AR, M.Pd., dan Anisa Siti Nurjanah, M.Pd. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata peran akademisi dalam menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari praktik perundungan.
Mereka turut didampingi oleh delapan mahasiswa BK angkatan 2023 dan 2024, yaitu Anasari, Aisyah Ariesca Putri, Arif Juwanda, Dwi Septia Ningsih, Fadilianti Maghfiroh, Nabilla Khairunnisa S., Noval Andra Alvido, dan Siti Konaah.
Acara Pembukaan yang Dihadiri oleh Guru BK SMAN Sumatera Selatan
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Rani Mega Putri, M.Pd., Kons selaku sekretaris jurusanIlmu Pendidikan FKIP UNSRImenegaskan bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan dinamika yang dihadapi sekolah berasrama seperti SMA Negeri Sumatera Selatan. Ia menekankan bahwa bullying bukan hanya persoalan perilaku, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan mental siswa. Edukasi seperti ini dinilai penting agar siswa lebih peka dan mampu saling menghargai satu sama lain.
Sementara itu, Bagus Abdillah, M.Pd., selaku Koordinator BK SMA Negeri Sumatera Selatan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai bahwa program yang diinisiasi Prodi BK FKIP UNSRI ini memberikan wawasan baru bagi siswa dalam memahami cara mencegah dan menangani kasus perundungan di lingkungan sekolah.
Kegiatan diawali dengan tes awal (pre-test) yang didampingi oleh mahasiswa BK FKIP UNSRI untuk mengukur pengetahuan awal siswa mengenai topik bullying.
Penyampaian materi dari Dr.Alrefi, M.Pd.
Selanjutnya, Dr. Alrefi, M.Pd. bertindak sebagai narasumber dengan membawakan materi “Bullying pada Remaja.” Beliau menjelaskan pengertian, bentuk, dampak, serta strategi pencegahan bullying di lingkungan sekolah.
Sesi Tanya Jawab dan Role Play
Setelah penyampaian materi, moderator membuka sesi tanya jawab yang diikuti dengan antusias oleh para peserta. Beragam pertanyaan diajukan terkait pengalaman dan pandangan mereka mengenai perilaku bullying di sekolah. Setelah sesi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat, sholat, dan makan (ISHOMA) untuk memberikan waktu bagi peserta beristirahat sejenak sebelum memasuki sesi berikutnya.

Pendampingan oleh Ibu Nur Wisma, S. Pd. I., M. Pd. dan pelaksanaan role play oleh siswa
Usai sesi ISHOMA, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang didampingi oleh mahasiswa BK. Setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan topik terkait dan menuliskannya pada lembar tugas kelompok. Selanjutnya, masing-masing kelompok menampilkan role play yang menggambarkan peran pelaku, korban, dan saksi bullying.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami perasaan setiap pihak dalam situasi bullying. Moderator kemudian mengarahkan refleksi dengan menanyakan bagaimana perasaan mereka setelah memainkan peran tersebut, Kemudian siswa menyelesaikan lembar tugas kelompok dan menerima informasi mengenai pembuatan poster anti-bullying yang akan dikumpulkan dua minggu setelah pelatihan.
Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa BK FKIP UNSRI kembali melaksanakan tesakhir (post-test) untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Hasil kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa SMAN Sumatera Selatan akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perilaku perundungan.

Melalui PKM ini, Prodi BK FKIP Universitas Sriwijaya berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan karakter siswa serta membangun budaya sekolah yang sehat secara mental dan emosional.



