Kamis, 21 Des 2017 - 22:15:00 WIB - Viewer : 8432
PLN Sulap Limbah Jadi Produk Bermutu
AMPERA.CO, Palembang - Manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sektor Pembangkitan dan Pengendalian Pembangkitan Ombilin tidak pernah kehabisan ide untuk menanggulangi limbah.
Berbagai inovasi penanggulangan limbah Fly Ash and Bottom Ash (FABA) kini mulai dikembangkan. Sebut saja produk Pupuk Silika Abu Kota Sawahlunto (PUSAKO), pemenang Juara II Inovasi Tingkat Nasional 2017.
Selain itu juga Alumunium Ferri Sulfat sebagai Coagulant (Alfathco), pemenang Juara I Inovasi Tingkat Nasional 2016 dan masih banyak lagi.
Namun semua ini masih menemui kendala dengan Izin Pemanfaatan yang tak kunjung terbit dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Sekarang satu persatu jalan sudah dilalui termasuk Izin Pemanfaatan yang telah berhasil dikantongi PLTU Ombilin.
Adalah PT Kunango Jantan yang berhasil memanfaatkan FABA PLTU Ombilin menjadi banyak produk bermutu seperti Batako, Bata Ringan, Paving Block dan sebagainya.
"Bermodalkan izin pemanfaatan yang dikeluarkan KLHK, 11 Desember lalu, PT Kunango Jantan langsung memproduksi produk-produk tersebut. Dilihat dari segi operasional mereka, menggunakan FABA PLTU Ombilin dapat mensubstitusi penggunaan semen dan pasir sehingga biaya produksi lebih murah," kata Direktur PLN Regional Sumatera Wiluyo, Kamis (21/12).
Dengan demikian, hal ini dapat membuktikan bahwa FABA PLTU Ombilin dapat dimanfaatkan menjadi produk bermanfaat lainnya. Dari limbah juga bisa menjadi primadona yang dilirik produsen-produsen pengguna FABA dalam bahan baku operasional produksinya.
Wiluyo, ketika sedang berkunjung ke Sumatera Barat (18/12), menyempatkan diri ke PT Kunango Jantan dan melihat langsung proses produksi FABA.
Dia berharap pemanfaatan FABA ini juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Sawahlunto pada khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya.
Hal senada juga diungkapkan Manajer PT PLN (Persero) Sektor KIT Ombilin Dinda Alamsyah. Menurut Dinda, pihaknya berusaha untuk mendorong adanya usaha masyarakat sekitar yang membutuhkan FABA sebagai bahan baku (Pabrik batako, dsb).
"Selain mengatasi permasalahan penumpukan FABA juga untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan kondusif. Kedepannya pemanfaatan FABA ini juga diharapkan dapat dikelola bersama masyarakat dalam program CSR berkesinambungan,"katanya.
Untuk diketahui, PLTU Ombilin merupakan salah satu pembangkit dibawah pengelolaan PT PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan yang mendapat penilaian kinerja lingkungan PROPER HITAM pada tahun 2014 lalu. PLTU Ombilin emiliki kapasitas 2 x 100 MW.
Ini disebabkan karena salah satunya belum adanya tempat pembuangan FABA. Sedangkan FABA yang dihasilkan dalam satu hari dapat mencapai 300 ton, sehingga FABA ini menggunung dan memunculkan masalah lain termasuk operasional pembangkitan listrik terganggu.



