Sabtu, 06 Jun 2015 - 13:24:00 WIB - Viewer : 5588
Pra Muktamar Nasional, Muhammadiyah Gelar Semiloka Cetak Biru Gerakan Ekonomi
AMPERA.CO, Palembang - Sebelum menggelar Muktamar Muhammadiyah ke -47 secara nasional yang akan dilakukan di Makassar, Agustus mendatang, Muhammadiyah mempersiapkan Semiloka untuk Cetak Biru Generasi Ekonomi di Palembang.‬
‪Diungkapkan Syafruddin Anhar, Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah, Cetak Biru Gerakan Ekonomi Muhammadiyah akan membahas persoalan gerakan ekonomi kekeluargaan di Muhammadiyah.‬
‪"Cetak Biru Gerakan Ekonomi Muhammadiyah ini merupakan amanah Muktamah Muhammadiyah 10 tahun lalu di Malang, yang sudah digagas oleh forum dekan. Ini merupakan pedoman dan konsepsi dalam melakukan aktivitas dalam menggerakkan ekonomi di jenjang organisasi, menggambarkan pola dan sistem gerakan ekonomi secara kekeluargaan. Salah satu contoh dalam aspek keuangan, yaitu amal usaha dan Bank Syariah," ungkapnya kepada AMPERA.CO, Sabtu (6/6/2015).‬
‪Dalam semiloka ini akan menjelaskan bagaimana melakukan aktivitas dalam menggerakkan ekonomi di jenjang organisasi, menggambarkan pola dan sistem ekonomi yang dijalankan Muhammadiyah serta bisa menjadi comtoh bagi negara.‬
‪Dimana, secara konsepsual, gerakan ekonomi berkeadilan yang diterapkan Muhammadiyah sudah sesuai dengan UUD 1945 yang berpatokan pada keadilan.‬
‪"Kita bangun ekonomi kerakyatan dalam bentuk kekeluargaan, coba kita kemas melalui Cetak Biru Gerakan Ekonomi Muhammadiyah," lanjutnya.‬
‪Dilanjutkannya, Muhammadiyah secara organisasional ataupun individual diibaratkan seperti industri pangan. Yang mana, pasarnya adalah warga dan stakeholder Muhammadiyah.‬
‪Ditambahkan Idris, Rektor UMP, dalam kegiatan ini pihaknya melibatkan majelis ekonomi, seperti pertemuan dari dekan Fakultas Ekonomi se-Indonesia.‬
‪"Kegiatan ini akan dilakukan selama tiga hari. Semoga dalam Semiloka ini ada temuan yang bisa membuat sesuatu sikap dalam pembuatan kebijakan di muktamar nasional nanti. Salah satu yang harus dicermati yaitu masalah inflasi, persoalan harga, ketidak tegasan pemerintah soal BBM dan sembako di Indonesia, sehingga mnyebabkan keresahan di masyarakat," ungkapnya.
BerlianPratama



