Sabtu, 01 Nov 2025 - 20:23:00 WIB - Viewer : 4728

Prodi BK FKIP Unsri Gelar Pelatihan WordPress untuk Optimalisasi Bimbingan dan Konseling

Redaksi AMPERA.CO

IST

AMPERA.CO, Palembang - Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menuntut setiap bidang layanan pendidikan, termasuk bimbingan dan konseling (BK), untuk beradaptasi dan memanfaatkan media digital secara optimal. Saat ini, layanan BK tidak hanya dilakukan secara tatap muka, tetapi juga perlu dihadirkan melalui platform daring agar lebih mudah diakses oleh peserta didik, guru, maupun masyarakat luas.

Salah satu media yang potensial untuk mendukung digitalisasi layanan BK adalah WordPress, sebuah platform website yang mudah digunakan dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan. Melalui pemanfaatan WordPress, guru BK dapat membuat website layanan BK interaktif yang berfungsi sebagai sarana informasi, komunikasi, dan konseling online.

Berdasarkan kebutuhan tersebut, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sriwijaya, menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan dan Pendampingan dalam Memanfaatkan WordPress untuk Optimalisasi Layanan Bimbingan dan Konseling.” Kegiatan ini bertujuan untuk membekali guru BK dan calon konselor dengan kemampuan praktis dalam membangun serta mengelola website BK, sehingga dapat mendukung terciptanya layanan konseling yang inovatif, efektif, dan sesuai dengan tuntutan era digital.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 31 Oktober hingga 1 November 2025, dengan rangkaian acara yang interaktif dan aplikatif bagi para peserta. Acara dibuka secara resmi oleh Koordinator Program Studi Bimbingan dan Konseling, Ibu Oktoria, S.Sos., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk komitmen Prodi BK dalam menjawab tantangan digitalisasi layanan pendidikan. Dalam sambutannya, Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMP Kota Palembang, yang diwakili oleh Bapak M. Andhika Ardiansyah, S.Pd., Gr., juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya kemampuan guru BK untuk beradaptasi dengan teknologi informasi demi meningkatkan mutu layanan konseling di sekolah.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Pelaksana, Bapak Romi Fajar Tanjung, M.Pd., dengan dukungan dari tim dosen Prodi BK FKIP Unsri yaitu, Bapak Dr. Yosef, M.A., Ibu Fadhlina Rozzaqyah, M.Pd., dan Bapak Sigit Dwi Sucipto, M.Pd. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa aktif Prodi BK FKIP Unsri, yaitu: Rizki Al Akbar Irawan, Muhammad Aldy Ferdiansyah, Sava Salsabilla, Yurida Ajmalia, Oktavia Utami Ramadhani, Puja Setia Kirana, Siti Faiza, dan Soviah Dewi Yanti.

Pelatihan ini dilaksanakan dengan berbagai strategi pembelajaran yang interaktif, meliputi:
ceramah, tanya jawab, praktik langsung, dan Focus Group Discussion (FGD).Pada sesi ceramah dan tanya jawab, peserta menerima dua materi utama:

  1. “Peran Media dalam Layanan BK di Sekolah” — disampaikan oleh Bapak Romi Fajar Tanjung, M.Pd., yang membahas pentingnya pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan layanan BK.
  2. “Pemanfaatan WordPress dalam Layanan BK di Sekolah” — dibawakan olehIbu Fadhlina Rozzaqyah, M.Pd., yang memandu peserta memahami fitur WordPress dalam pelayanan BK dan langkah-langkah membangun situs web BK berbasis WordPress secara efektif.

Sementara itu, pada sesi praktik dan FGD, peserta dibimbing langsung oleh mahasiswa — Rizki Al Akbar Irawan dan Muhammad Aldy Ferdiansyah.
Pada sesi praktik, peserta membuat website layanan BK menggunakan platform WordPress, sedangkan pada sesi FGD, peserta mendiskusikan konsep dan konten yang akan dikembangkan di dalam website tersebut.

Melalui pelatihan ini, Prodi BK FKIP Unsri berharap agar guru bimbingan dan konseling mampu mengembangkan website BK sebagai media layanan profesional yang dapat diakses oleh berbagai kalangan. Selain itu, diharapkan pula adanya penggunaan aktif website sebagai media informasi bagi MGBK dan kegiatan BK di sekolah-sekolah.

Ketua Pelaksana, Romi Fajar Tanjung, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung transformasi digital layanan konseling.

“Guru BK perlu beradaptasi dengan teknologi agar layanan konseling tidak hanya dilakukan secara tatap muka, tetapi juga dapat diakses secara daring dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat dan penguatan kapasitas profesional guru BK, sejalan dengan visi Prodi BK FKIP Universitas Sriwijaya untuk mencetak pendidik dan konselor yang unggul dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Dengan kegiatan ini, diharapkan akan terjalin kolaborasi yang lebih erat antara Universitas Sriwijaya dan MGBK Kota Palembang dalam mengembangkan layanan BK berbasis digital di sekolah.