Rabu, 11 Mei 2016 - 11:21:00 WIB - Viewer : 2572

Punya anak Lelaki? Ajari Mereka Menghormati Perempuan dengan 6 Cara ini

AMPERA.CO - Status perempuan seringkali berbeda di beberapa negara. Ada negara yang menempatkan kesetaraan gender, dimana posisi perempuan dan laki-laki sama. Ada pula negara yang menempatkan perempuan di bawah pria. Yang menyedihkan adalah ketika seorang ibu melahirkan anak laki-laki yang malahan saat sianak dewasa malah justru melecehkan perempuan.

Itulah mengapa feminisme begitu popular hari ini. Feminisme bukan tentang membenci laki-laki. Ini adalah tentang menghormati perempuan tak peduli usianya, ras, kebangsaan, atau agama.

Karenanya, jika Anda memiliki anak laki-laki dan ingin si anak tumbuh menjadi pria sesungguhnya, maka ajari dia enam cara berikut supaya bisa menghormati dan menghargai perempuan, dilansir dari Womanitely, Rabu (11/5).

Ceritakan keberhasilan ibunya

Anak Anda harus tahu bahwa seorang perempuan memiliki hak sama untuk sukses seperti pria. Perempuan juga punya impian dan kekuatan untuk menggapai impian tersebut.

Perempuan tak harus menjadi pengusaha untuk disebut sukses. Ibu rumah tangga juga contoh keberhasilan perempuan, misalnya merawat dan membesarkan anak-anaknya. Biarkan putra Anda tahu itu sebanyak mungkin.

Anda bisa menceritakan sosok-sosok perempuan  sukses di seluruh dunia kepada putra Anda. Tekankan padanya bahwa ras dan agama bukanlah pembeda. Plus, biarkan dia tahu bahwa setiap perempuan berhak memilih antara bekerja di luar atau menjadi ibu rumah tangga seutuhnya.

Hindari mengabulkan semua permintaannya

Setiap ibu pasti mencintai anak laki-lakinya dan ingin selalu membuatnya tersenyum dan bahagia. Namun, mengabulkan semua keinginan anak laki-laki juga tak baik. Mereka bisa berpikir ibunya yang notabene perempuan bisa memberikan semua yang diinginkannya, serta memuaskan keinginannya. Anda perlu tahu kapan mengatakan tidak kepada putra Anda meski dia harus merengek dan menangis.

Jangan ceritakan keburukan ayahnya

Apakah Anda adalah wanita yang masih menikah atau bercerai? Tidak peduli status Anda, jangan pernah menceritakan sifat-sifat buruk seorang ayah pada anaknya. Anak harus menyadari bahwa perempuan menghormati laki-laki.

Cobalah untuk menghindari pertengkaran dengan suami saat anak Anda berada di rumah. Ingat, Anda adalah panutan bagi anak-anak. Biarkan dia mengerti dengan sendirinya jika memang ayahnya memiliki sifat buruk.

Diskusi hak-hak perempuan

Anda tak harus melakukan ini setiap hari, melainkan sesekali di waktu tepat dan secara terbuka. Mulailah dengan sejarah. Anak laki-laki harus tahu bagaimana perempuan berjuang untuk kesetaraan gender di abad 20-an.

Jika Anda mempunyai anak laki-laki yang beranjak remaja, dia perlu tahu bahwa banyak anak perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual dan perkosaan zaman sekarang. Membahas topik-topik terkait dengan anak laki-laki membantunya menghargai perempuan, tapi jangan sampai dia merasa bersalah karena menjadi laki-laki. Biarkan anak Anda tahu bahwa belum semua perempuan bisa hidup setara dengan laki-laki di dunia ini. 

 

Libatkan dalam pekerjaan rumah tangga
Ibu jarang meminta anak laki-lakinya mengerjakan pekerjaan rumah tangga, seperti menyapu rumah, mencuci piring, atau memasak. Pekerjaan-pekerjaan tersebut kesannya identik dengan perempuan. Anggapan tersebut salah. Jika Anda mempunyai anak laki-laki, sesekali libatkan dia dalam pekerjaan rumah tangga bersama Anda supaya kelak ketika dia sudah dewasa atau berkeluarga tak segan membantu istrinya sendiri atau teman wanitanya menyelesaikan sejumlah pekerjaan.

 

Jangan berbicara buruk tentang wanita lain

 

Anda mungkin membenci satu atau dua orang perempuan, misalnya Anda tidak menyukai saudara perempuan atau bibi anak Anda, atau bisa juga Anda kurang suka dengan ibu mertua Anda. Ini adalah masalah Anda sendiri, sehingga anak tak perlu mendengar penilaian Anda terhadap wanita lain yang tidak Anda sukai. 

Jika tidak, anak mungkin berpikir bahwa beberapa wanita itu baik dan layak dihormati, sementara beberapa lainnya tak layak dihargai. Jaga emosi Anda tetap terkontrol, setidaknya ketika Anda sedang bersama putra Anda.

Komentar Berita