Sabtu, 16 Mar 2019 - 03:41:00 WIB - Viewer : 29312
Siapakah Ali Imran (Keluarga Imran) yang disebutkan dalam Al Quran?
Keluarga Imran (Ali Imran) adalah keluarga yang beranggotakan sedikit orang, namun memiliki kedudukan yang agung. Allah memilih mereka dibanding keluarga lainnya menunjukkan betapa besar posisi mereka. Lalu, siapakah keluarga Imran itu?
Siapakah Keluarga Imran?
Keluarga Imran adalah keluarga mulia dalam kurun sejarah. Allah memilih mereka dibanding keluarga lainnya adalah tanda nyata keagungan mereka. Allah Ta`ala berfirman,
Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللّهَ اصْطَÙÙŽÙ‰ آدَمَ ÙˆÙŽÙ†ÙÙˆØÙ‹Ø§ وَآلَ Ø¥ÙØ¨Ù’رَاهÙيمَ وَآلَ عÙمْرَانَ عَلَى الْعَالَمÙينَ Ø°ÙØ±Ùّيَّةً بَعْضÙهَا Ù…ÙÙ† بَعْض٠وَاللّه٠سَمÙيعٌ عَلÙيمٌ
“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga `Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Quran Ali Imran: 33-34].
Keluarga Imran dinisbatkan kepada seseorang yang bernama Imran bin Matsan bin al-Azar bin al-Yud… bin Sulaiman bin Daud `alaihissalam. Nasabnya tersambung hingga ke Nabi Daud `alaihissalam. Dalam bahasa Ibrani Imran disebut dengan Imram. Dalam buku-buku Nasrani namanya disebut dengan Yuhaqim.
Keluarga Imran adalah turunan (cabang) terakhir orang-orang beriman dari turunan Bani Israil. Namun antara mereka dengan Nabi Ya`qub terpisah beberapa qurun lamanya.
Anggota Keluarga Imran
Istri Imran
Istri Imran bernama Hannah binti Faquda. Ada juga yang menyebut Qa`uda bin Qubaila. Hannah adalah seorang wanita yang tekun beribadah. Sebagaimana kisahnya dalam Alquran.
Ø¥ÙØ°Ù’ قَالَت٠امْرَأَت٠عÙمْرَانَ رَبÙÙ‘ Ø¥ÙÙ†Ùّي نَذَرْت٠لَكَ مَا ÙÙÙŠ بَطْنÙÙŠ Ù…ÙØÙŽØ±ÙŽÙ‘Ø±Ù‹Ø§ Ùَتَقَبَّلْ Ù…ÙÙ†Ùّي Ø¥Ùنَّكَ أَنْتَ السَّمÙيع٠الْعَلÙيمÙ
(Ingatlah), ketika isteri `Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. [Quran Ali Imran: 35]
Anak-anaknya
Pertama: Asy-ya`
Asy-ya` adalah putri sulung Imran. Ia dinikahi oleh Nabi Zakariya `alaihissalam. Dan merupakan ibu dari Nabi Yahya `alaihissalam. Ada juga mengatakan ia adalah bibinya Maryam. Bukan saudara perempuannya.
Kedua: Maryam
Maryam adalah wanita ahli ibadah dan suci. Ia merupakan ibu dari kalimat Allah, Nabi Isa `alaihissalam. Putri Imran yang satu ini adalah wanita terbaik dan tersempurna. Sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam.
ÙƒÙŽÙ…ÙŽÙ„ÙŽ Ù…ÙÙ†ÙŽ الرÙّجال٠كَثÙيرٌ، ولَمْ يَكْمÙلْ Ù…ÙÙ†ÙŽ النÙّساء٠إلَّا مَرْيَم٠بنْت٠عÙمْرانَ، وآسÙيَة٠امْرَأَة٠ÙÙØ±Ù’عَوْنَ، ÙˆÙÙŽØ¶Ù’Ù„Ù Ø¹Ø§Ø¦ÙØ´ÙŽØ©ÙŽ Ø¹Ù„ÙŽÙ‰ النÙّساء٠كَÙَضْل٠الثَّرÙيد٠علَى Ø³Ø§Ø¦ÙØ±Ù الطَّعامÙ
”Lelaki yang sempurna jumlahnya banyak. Dan tidak ada wanita yang sempurna selain Maryam bintu Imran dan Asiyah istri Firaun. Dan keutamaan Aisyah dibandingkan wanita lainnya, sebagaimana keutamaan ats-Tsarid dibandingkan makanan lainnya.” (HR. Bukhari 5418 dan Muslim 2431).
Orang-orang Yahudi menuduhnya melakukan zina. Tuduhan itu mereka lontarkan saat Maryam masih hidup maupun setelah wafatnya. Sementara Alquran telah menyucikan Maryam dari tuduhan keji ini. Tidak hanya satu ayat, bahkan di banyak ayat. Allah menyebut orang-orang Yahudi sebagai orang-orang yang kufur karena menuduh Maryam berzina. Sebagaimana firman-Nya,
وَبÙÙƒÙÙْرÙÙ‡Ùمْ وَقَوْلÙÙ‡Ùمْ عَلَى مَرْيَمَ بÙهْتَانًا عَظÙيمًا.
“Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina).” [Quran An-Nisa: 156].
Demikian juga dengan firman-Nya,
وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عÙمْرَانَ الَّتÙÙŠ Ø£ÙŽØÙ’صَنَتْ Ùَرْجَهَا ÙÙŽÙ†ÙŽÙَخْنَا ÙÙيه٠مÙنْ رÙÙˆØÙنَا وَصَدَّقَتْ بÙÙƒÙŽÙ„Ùمَات٠رَبÙّهَا ÙˆÙŽÙƒÙØªÙبÙه٠وَكَانَتْ Ù…ÙÙ†ÙŽ Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙŽØ§Ù†ÙØªÙينَ
“dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.” [Quran At-Tahrim:12].
Dan firman-Nya,
وَالَّتÙÙŠ Ø£ÙŽØÙ’صَنَتْ Ùَرْجَهَا ÙÙŽÙ†ÙŽÙَخْنَا ÙÙيهَا Ù…Ùنْ رÙÙˆØÙنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آَيَةً Ù„ÙلْعَالَمÙينَ
“Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.” [Quran Al-Anbiya: 91]
Cucu-cucunya
Pertama: Nabi Isa `alaihissalam.
Nabi Isa adalah rasulullah dan kalimat Allah yang Dia sampaikan pada Maryam. Allah Ta`ala berfirman,
Ø¥Ùنَّمَا الْمَسÙÙŠØÙ عÙيسَى ابْن٠مَرْيَمَ رَسÙول٠اللَّه٠وَكَلÙمَتÙه٠أَلْقَاهَا Ø¥Ùلَىٰ مَرْيَمَ وَرÙÙˆØÙŒ Ù…ÙنْهÙ
“Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.” [Quran An-Nisa: 171]
Allah mengutus Nabi Isa kepada Bani Israil. Mendakwahi mereka kepada tauhid. Menyembah Allah semata. Allah Ta`ala berfirman,
ÙˆÙŽØ¥ÙØ°Ù’ قَالَ عÙيسَى ابْن٠مَرْيَمَ يَا بَنÙÙŠ Ø¥ÙØ³Ù’رائيلَ Ø¥ÙÙ†Ùّي رَسÙول٠اللَّه٠إÙلَيْكÙمْ Ù…ÙØµÙŽØ¯Ùّقاً Ù„Ùمَا بَيْنَ يَدَيَّ Ù…ÙÙ†ÙŽ Ø§Ù„ØªÙŽÙ‘ÙˆÙ’Ø±ÙŽØ§Ø©Ù ÙˆÙŽÙ…ÙØ¨ÙŽØ´Ùّراً Ø¨ÙØ±ÙŽØ³Ùول٠يَأْتÙÙŠ Ù…Ùنْ بَعْدÙÙŠ اسْمÙه٠أَØÙ’مَد٠Ùَلَمَّا جَاءَهÙمْ Ø¨ÙØ§Ù„ْبَيÙّنَات٠قَالÙوا هَذَا Ø³ÙØÙ’Ø±ÙŒ Ù…ÙØ¨Ùينٌ
Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. [Quran Ash-Shaf: 6].
Dan firman-Nya,
وَقَالَ الْمَسÙÙŠØÙ يَا بَنÙÙŠ Ø¥ÙØ³Ù’رائيلَ Ø§Ø¹Ù’Ø¨ÙØ¯Ùوا اللَّهَ رَبÙّي وَرَبَّكÙمْ Ø¥Ùنَّه٠مَنْ ÙŠÙØ´Ù’رÙكْ Ø¨ÙØ§Ù„لَّه٠Ùَقَدْ ØÙŽØ±ÙŽÙ‘Ù…ÙŽ اللَّه٠عَلَيْه٠الْجَنَّةَ وَمَأْوَاه٠النَّار٠وَمَا Ù„ÙلظَّالÙÙ…Ùينَ Ù…Ùنْ أَنْصَارÙ
“Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” [Quran Al-Maidah: 72]
Kita kaum muslimin berkeyakinan bahwa Nabi Isa belum wafat. Ia diangkat Allah di sisi-Nya, ruh dan jasad. Beliau hidup di langit. Bukan dibunuh atau disalib. Allah Ta`ala memberikan pengajaran akidah demikian kepada kita dengan firman-Nya,
وَقَوْلÙÙ‡Ùمْ Ø¥Ùنَّا قَتَلْنَا الْمَسÙÙŠØÙŽ Ø¹Ùيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسÙولَ اللَّه٠وَمَا قَتَلÙوه٠وَمَا صَلَبÙوه٠وَلَٰكÙنْ Ø´ÙØ¨Ùّهَ Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ Ûš ÙˆÙŽØ¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ الَّذÙينَ اخْتَلَÙÙوا ÙÙيه٠لَÙÙÙŠ Ø´ÙŽÙƒÙÙ‘ Ù…Ùنْه٠ۚ مَا Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ بÙÙ‡Ù Ù…Ùنْ عÙلْم٠إÙلَّا اتÙّبَاعَ الظَّنÙÙ‘ Ûš وَمَا قَتَلÙوه٠يَقÙينًا * بَلْ رَÙَعَه٠اللَّه٠إÙلَيْه٠ۚ وَكَانَ اللَّه٠عَزÙيزًا ØÙŽÙƒÙيمًا
“dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Quran An-Nisa: 157-158].
Dan di menjelang hari kiamat kelak Nabi Isa akan turun. Beliau membunuh Dajjal dan menyebarkan keadilan. Sebagaimana kabar dari Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam.
وَالَّذÙÙ‰ Ù†ÙŽÙْسÙÙ‰ بÙيَدÙÙ‡Ù ØŒ Ù„ÙŽÙŠÙوشÙÙƒÙŽÙ†ÙŽÙ‘ أَنْ يَنْزÙÙ„ÙŽ ÙÙيكÙم٠ابْن٠مَرْيَمَ ØÙŽÙƒÙŽÙ…ًا عَدْلاً ØŒ ÙÙŽÙŠÙŽÙƒÙ’Ø³ÙØ±ÙŽ Ø§Ù„ØµÙŽÙ‘Ù„Ùيبَ ØŒ وَيَقْتÙÙ„ÙŽ الْخÙنْزÙيرَ ØŒ وَيَضَعَ Ø§Ù„Ù’Ø¬ÙØ²Ù’يَةَ ØŒ ÙˆÙŽÙŠÙŽÙÙيضَ الْمَال٠ØÙŽØªÙŽÙ‘Ù‰ لاَ يَقْبَلَه٠أَØÙŽØ¯ÙŒ ØŒ ØÙŽØªÙŽÙ‘Ù‰ تَكÙونَ السَّجْدَة٠الْوَاØÙدَة٠خَيْرًا Ù…ÙÙ†ÙŽ الدÙّنْيَا وَمَا ÙÙيهَا. Ø«ÙÙ…ÙŽÙ‘ ÙŠÙŽÙ‚Ùول٠أَبÙÙˆ Ù‡ÙØ±ÙŽÙŠÙ’رَةَ وَاقْرَءÙوا Ø¥Ùنْ Ø´ÙØ¦Ù’تÙمْ ( ÙˆÙŽØ¥Ùنْ Ù…Ùنْ Ø£ÙŽÙ‡Ù’Ù„Ù Ø§Ù„Ù’ÙƒÙØªÙŽØ§Ø¨Ù Ø¥Ùلاَّ Ù„ÙŽÙŠÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†ÙŽÙ†ÙŽÙ‘ بÙه٠قَبْلَ مَوْتÙه٠وَيَوْمَ الْقÙيَامَة٠يَكÙون٠عَلَيْهÙمْ Ø´ÙŽÙ‡Ùيدًا)
“Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya. Sebentar lagi Isa bin Maryam akan turun di tengah-tengah kalian sebagai hakim yang adil. Beliau akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah (upeti), harta semakin banyak dan semakin berkah sampai seseorang tidak ada yang menerima harta itu lagi (sebagai sedekah), dan sujud seseorang lebih disukai daripada dunia dan seisinya.” Abu Hurairah lalu mengatakan, “Bacalah jika kalian suka:
“Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS. An-Nisa`: 159)” (HR. Bukhari no. 3448 dan Muslim no. 155)
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam menyifati fisik Nabi Isa `alaihissalam dengan sabdanya,
لَيْسَ بَيْنÙÙŠ وَبَيْنَه٠نَبÙيٌّ -يَعْنÙÙŠ عÙيسَى- ÙˆÙŽØ¥Ùنَّه٠نَازÙÙ„ÙŒ ÙÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ رَأَيْتÙÙ…Ùوه٠ÙَاعْرÙÙÙوه٠رَجÙÙ„ÙŒ مَرْبÙوعٌ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ الْØÙمْرَة٠وَالْبَيَاض٠بَيْنَ Ù…Ùمَصَّرَتَيْن٠كَأَنَّ Ø±ÙŽØ£Ù’Ø³ÙŽÙ‡Ù ÙŠÙŽÙ‚Ù’Ø·ÙØ±Ù ÙˆÙŽØ¥Ùنْ لَمْ ÙŠÙØµÙبْه٠بَلَلٌ ÙÙŽÙŠÙقَاتÙل٠النَّاسَ عَلىَ Ø§Ù„Ù’Ø¥ÙØ³Ù’لَام٠ÙَيَدÙÙ‚ÙÙ‘ الصَّلÙيبَ وَيَقْتÙل٠الْخÙنْزÙيرَ ÙˆÙŽÙŠÙŽØ¶ÙŽØ¹Ù Ø§Ù„Ù’Ø¬ÙØ²Ù’يَةَ ÙˆÙŽÙŠÙهْلÙك٠الله٠ÙÙÙŠ زَمَانÙه٠الْـمÙÙ„ÙŽÙ„ÙŽ ÙƒÙلَّهَا Ø¥Ùلاَّ Ø§Ù„Ù’Ø¥ÙØ³Ù’لَامَ ÙˆÙŽÙŠÙهْلÙك٠الْمَسÙÙŠØÙŽ Ø§Ù„Ø¯ÙŽÙ‘Ø¬ÙŽÙ‘Ø§Ù„ÙŽ ÙÙŽÙŠÙŽÙ…Ù’ÙƒÙØ«Ù ÙÙÙŠ الْأَرْض٠أَرْبَعÙينَ سَنَةً Ø«ÙÙ…ÙŽÙ‘ ÙŠÙØªÙŽÙˆÙŽÙَّى ÙÙŽÙŠÙØµÙŽÙ„Ùّي Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡Ù Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùونَ
“Tidak ada nabi antara aku dengan Nabi Isa– dan dia pasti turun, dan bila kamu melihatnya maka kenalilah dia. Seorang lelaki yang tingginya sedang, agak putih kemerahan, dengan dua pakaian yang berwarna agak kuning, seakan-akan kepalanya meneteskan air, walaupun tidak basah. Lalu ia memerangi manusia agar masuk Islam, menghancurkan salib, membunuh babi, menghilangkan jizyah, dan pada masanya, Allah hancurkan agama-agama seluruhnya kecuali Islam, dan dia membunuh Al-Masih Ad-Dajjal, lalu dia tinggal di bumi selama 40 tahun. Kemudian dia wafat lalu kaum muslimin menyalatinya.” (HR. Ahmad 9270, Abu Dawud 4324, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Kedua: Yahya `alaihissalam
Nabi Yahya adalah hamba dan utusan Allah. Beliau putra dari Nabi Zakariya `alaihissalam. Beliau adalah doa Nabi Zakariya yang terkabul. Serta kabar gembira untuknya setelah mencapi usia yang tua. Allah Ta`ala berfirman,
Ù‡ÙنَالÙÙƒÙŽ دَعَا زَكَرÙيَّا رَبَّه٠قَالَ رَبÙÙ‘ هَبْ Ù„ÙÙŠ Ù…ÙÙ† لَّدÙنْكَ Ø°ÙØ±Ùّيَّةً Ø·ÙŽÙŠÙّبَةً Ø¥Ùنَّكَ سَمÙيع٠الدÙّعَاء (38) Ùَنَادَتْه٠الْمَلآئÙكَة٠وَهÙÙˆÙŽ قَائÙÙ…ÙŒ ÙŠÙØµÙŽÙ„Ùّي ÙÙÙŠ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØÙ’Ø±ÙŽØ§Ø¨Ù Ø£ÙŽÙ†ÙŽÙ‘ اللّهَ ÙŠÙØ¨ÙŽØ´ÙّرÙÙƒÙŽ بÙÙŠÙŽØÙ’يَـى Ù…ÙØµÙŽØ¯Ùّقًا بÙÙƒÙŽÙ„Ùمَة٠مÙّنَ اللّه٠وَسَيÙّدًا ÙˆÙŽØÙŽØµÙورًا وَنَبÙيًّا Ù…Ùّنَ Ø§Ù„ØµÙŽÙ‘Ø§Ù„ÙØÙينَ
“Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”. [Quran Ali Imran: 38-39]
Di antara keistimewaannya adalah tak ada seorang pun sebelum beliau bernama Yahya.
يَٰزَكَرÙيَّآ Ø¥Ùنَّا Ù†ÙØ¨ÙŽØ´ÙّرÙÙƒÙŽ Ø¨ÙØºÙلَٰم٠ٱسْمÙÙ‡ÙÛ¥ ÙŠÙŽØÙ’يَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهÙÛ¥ Ù…ÙÙ† قَبْل٠سَمÙيًّا
“Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” [Quran Maryam: 7].
Nabi Yahya adalah seorang pemuda yang cerdas. Allah memberi keistimewaan pada akalnya. Menganugerahkannya hikmah di usia beliau. Dan kegemaran dalam beribadah. Beliau senantiasa duduk di mihrab-mihrab ilmu. Senang mengkaji Taurat. Berilmu dan mengamalkan kandungan kitab suci itu. Beliau berbicara dengan kebenaran. Dan tidak takut celaan orang-orang yang mencela. Dan ancaman orang-orang yang zalim.
Nabi kita Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam memuji Nabi Yahya dengan sabdanya,
لا ينبغي Ù„Ø£ØØ¯Ù أن يقول: أنا خيرٌ من ÙŠØÙŠÙ‰ بن زكريا. قلنا: يا رسول الله، ومن أين ذاك؟ قال: أَمَا سمعتم اللهَ كي٠وَصَÙÙŽÙ‡ ÙÙŠ القرآن، Ùقال: {يَايَØÙ’ÙŠÙŽÙ‰ Ø®ÙØ°Ù Ø§Ù„Ù’ÙƒÙØªÙŽØ§Ø¨ÙŽ Ø¨ÙÙ‚Ùوَّة٠وَآتَيْنَاه٠الْØÙكْمَ صَبÙيًّا} [مريم: 12]ØŒ Ùقرأ ØØªÙ‰ بلغ: {وَسَيÙّدًا ÙˆÙŽØÙŽØµÙورًا وَنَبÙيًّا Ù…ÙÙ†ÙŽ Ø§Ù„ØµÙŽÙ‘Ø§Ù„ÙØÙينَ} [آل عمران: 39]ØŒ لم يعمل سيئةً قط، ولم ÙŠÙŽÙ‡ÙÙ…ÙŽÙ‘ بها
“Tidak pantas bagi siapapun untuk mengatakan bahwa aku lebih baik dari Yahya bin Zakariya.” Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa demikian?” Beliau menjawab, “Tidakkah kalian mendengar bagaimana Allah menyebutknya di dalam Alquran. “Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak.” [Quran 19:12]. Beliau membaca hingga firman Allah: “menjadi panutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”. [Quran Ali Imran: 39]. Ia tidak pernah berbuat buruk sedikit pun. Dan tidak juga berkeinginan melakukannya.” (HR. ath-Thabrani di dalam al-Kabir dan al-Bazzar).
Wafatnya Yahya
Para ulama berbeda pendapat tentang bagaimana kejadian wafatnya Nabi Yahya `alaihissalam. Banyak riwayat bercerita tentang kisah wafatnya, tapi umumnya israiliyat. Di antara riwayat yang paling shahih adalah
ما قتل ÙŠØÙŠÙ‰ بن زكريا إلا ÙÙŠ امرأة بغي قالت Ù„ØµØ§ØØ¨Ù‡Ø§ لا أرضى عنك ØØªÙ‰ تأتيني برأسه، ÙØ°Ù‡Ø¨ ÙØ£ØªØ§Ù‡Ø§ برأسه ÙÙŠ طست
“Yahya terbunuh gara-gara seorang wanita pelacur. Ia berkata kepada pasangannya, `Saya tidak ridha padamu sampai engkau datangkan kepala Yahya padaku`. Laki-laki itu pergi dan membawa kepala Nabi Yahya dalam suatu wadah.”
Demikian juga riwayat dari Abdullah bin az-Zubair. Ia berkata,
قتل ÙŠØÙŠÙ‰ بن زكريا ÙÙŠ زانية كانت جارية
“Yahya bin Zakariya terbunuh gara-gara seorang wanita pelacur. Ia adalah seorang budak.”
Dalam al-Bidayah wa an-Nihayah, Ibnu Katsir menyebutkan secara rinci tentang berita ini. Beliau menyebut bahwa ada seorang raja di Damaskus ingin menikahi seorang wanita. Atau menikahi seorang perempuan yang tak halal ia nikahi. Nabi Yahya pun melarang hal itu. Hingga muncul kemarahan si perempuan pada Nabi Yahya. Karena si raja dan perempuan itu tidak menyukai sikap Yahya, perempuan itu kirim seseorang untuk membunuhnya.



