Minggu, 26 Sep 2021 - 13:17:00 WIB - Viewer : 13432
Sisi Lain Kehidupan Masyarakat Desa Kuala Dua Belas yang Viral
AMPERA.CO, OKI - Desa Kuala Dua Belas, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendadak viral, lantaran video berdurasi 2 menit tersebar di dunia maya.
Video yang direkam orang dewasa tersebut memviralkan tiga anak laki-laki berseragam sekolah dasar (SD) sedang menyeberangi sungai dengan Styrofoam. Video itu di posting ulang jutaan kali oleh warga net.
Dibalik video viral tersebut, siapa sangka Desa Kuala Dua Belas dihuni oleh warga yang berpenghasilan puluhan juta bahkan ada yang memiliki rumah mewah di Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta.
Camat Tulung Selapan, Jemi, mengatakan, ia sudah bertugas diwilayah pesisir timur OKI, Sumatera Selatan itu sejak 18 tahun lalu. Ia mengaku tahu betul kehidupan masyarakatnya.
Dijelaskannya, Desa Kuala Dua Belas memiliki luas 11.000 Ha dan dihuni oleh 450 an Kepala Keluarga. Jumlah penduduknya mencapai 1.076 orang. Penduduk desa tersebar di beberapa dusun sepanjang muara laut Selat Bangka itu. Penduduk terdiri dari beragam suku. Bugis, Jawa dan di dominasi penduduk lokal.
"Mereka rukun berdampingan, tidak pernah ada perselisihan meski beragam suku," kata Jemi, Minggu (26/9/2021).
Jemi mengaku, mata pencarian utama penduduk di desa tersebut adalah, 40 persen berprofesi sebagai nelayan, 50 persen petambak udang windu dan sekitar 10 persen pembudidaya burung walet.
"Secara ekonomi mereka berkecukupan, meski hidup sederhana di desa," ujarnya.
Menurut Jemi, kehidupan warga desa tersebut begitu dekat dengan alam. Mereka melaut di Selat Bangka untuk mencari ikan duri atau disebut warga sekitar baung laut. Ikan tersebut disalai atau diasap sebelum dijual kepada pengepul yang datang ke desa. Harganya sekitar Rp 45.000 per kg itu sudah di salai (ikan asap).
Sementara hasil tambah udang Windu mereka bawa ke Rawa Jitu di Lampung, ke Palembang, bahkan ke Muara Angke Jakarta. Udang Windu itu kalau di Palembang kelas reguler harganya sekitar Rp 62.000 per kg, kalau Black Tiger bisa mencapai Rp 70.000 per kg.
Untuk penghasilan dari budi daya walet, warga menjual sarang burung tersebut di Palembang. Harganya puluhan juta rupiah per kilogram.
"Sarang burung walet itu tau sendiri ya, harganya sekitar 8 sampai 10 juta perkilo. Jualnya di Jalan Veteran Palembang," bebernya.
Meski berada dipesisir dan jauh dari keramaian, warga Kuala 12 tidak ingin anak-anak mereka terbelakang dan tak mengenyam Pendidikan. Oleh karena itu mereka mengirim anak-anaknya untuk bersekolah dan kuliah di kota-kota besar seperti Palembang dan Jakarta.
"Kalau di Palembang sekitaran kampus di daerah Plaju, kalau di Jakarta sekitar Pantai Indah Kapuk, ada juga di kota-kota lain seperti Bandung dan Yogyakarta," katanya.
Ia menambahkan, akibat video viral tersebut, membuat resah, warga merasa terusik ketenangannya, karena perekam video tersebut bukan penduduk setempat. Dia adalah pendatang yang sedang cari nafkah di desa.
"Teknisi alat berat asalnya dari Lampung, bekerja lahan tambak milik warga. Dia belum tahu kebiasaan-kebiasaan warga. Anak-anak disini sudah terbiasa dengan air. Bahkan mereka mampu menyeberangi sungai selebar 120 meter ini dengan berenang," ujarnya.
Dia berharap warga bisa menahan diri. Untuk itu Sabtu (24/9) malam dia bersama Kapolsek, Danramil Tulung Selapan menginap di Desa Kuala Dua Belas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dia juga menghimbau orang tua siswa tak lagi membiarkan anak-anak menyebrang sungai dengan styrofoam.
"Kami berharap setelah kehebohan ini warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Menjalani hidup mereka yang mesra dengan alam," pungkasnya.



