Rabu, 27 Mei 2015 - 13:08:39 WIB - Viewer : 4396

Sulit membedakan beras asli dengan palsu, Warga Beralih ke Beras Petani Lokal

Ferwan

Foto: Ferwan
Para pedagang beras di pasar inpres kota Lubuklinggau sedang menjajakan dagangannya

AMPERA.CO, Musi Rawas - Maraknya pemberitaan sejumlah media tentang peredaran beras sintetis di sejumlah daerah di Indonesia membuat resah sebagian masyarakat. Pasalnya warga cukup kesulitan untuk membedakan bagaimana bentuk beras sintetis atau beras plastik dengan beras asli.

Namun disisi lain dengan merebaknya peredaran beras plastik tersebut, turut berdampak pada penjualan sejumlah pedagang beras. Hal ini diakui ibu Mulfitah, salah seorang pedagang beras di pasar inpres kota Lubuklinggau. Dimana sejak mencuatnya peredaran beras sintetis di berbagai media massa, kebanyakan para pelangganya berallih menggunakan beras petani lokal ketimbang beras dalam kemasan. “penjualan tidak berpengaruh, tapi pelanggan banyak yang minta beras petani lokal ketimbang beras kampilan” jelas Mulfitah.

Untuk itu para pedagang mengharapkan, dengan adanya peredaran beras sintetis mereka meminta pemerintah segera turun tangan mengatasi masalh tersebut. Hal ini jika dibiarkan berlarut larut akan merugikan masyarakat maupun pedagang beras.

Berlian Pratama

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

  • sembako

BERITA TERKAIT :

http://ban.iste.co.id