Minggu, 05 Apr 2015 - 12:39:52 WIB - Viewer : 19696
Tahun 2050, India akan menjadi negara mayoritas muslim, mengalahkan Indonesia
AMPERA.CO - Kajian Lembaga Pew Research Center, Amerika Serikat, menyatakan Pertambahan jumlah pemeluk Islam di Indonesia akan kalah cepat dibanding India. Jika tidak ada perubahan berarti dari sisi demografi, maka diperkirakan pada 2050 India resmi menjadi negara mayoritas muslim.
Berdasarkan informasi yang dilansir dalam situs resmi Pew seperti dikutip AMPERA.CO, Minggu (5/4), Islam menjadi agama yang paling cepat berkembang di dunia. Jumlah umat muslim di seluruh benua menampilkan tren meningkat dibandingkan dengan agama lainnya, dan India menjadi negara yang paling drastis peningkatan jumlah pemeluk agama islam.
"Mayoritas penduduk India tetaplah warga penganut Hindu. Namun jumlah pemeluk Islam di India juga meningkat drastis melampaui Indonesia," tulis laporan Pew tersebut.

Tingkat fertilitas penduduk bumi yang menganut Islam mencapai koefisien 3,1. Di atas penganut Kristen (2,7), Hindu (2,4), ataupun Yahudi (2,3).
Situasi di India dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang padat baik dari kalangan Hindu maupun Muslim. Usia pemeluk dua agama itu di Negeri Sungai Gangga juga sangat muda, lebih dari 30 persen di bawah 30 tahun.
Pew memperkirakan, Agama Islam dan Hindu akan menjadi agama dominan di Asia Pasifik. Ini disebabkan, di negara-negara yang mayoritas Buddha atau Konghucu seperti China dan Jepang, kini telah terjadi penurunan jumlah penduduk, sebagai efek dari upaya/program keluarga berencana yang masif di kedua negara tersebut.

Di Indonesia, umat muslim pada sensus 2010 mencapai 209.120.000 jiwa (88 persen dari popuasi). Jumlah muslim di Tanah Air mencakup 13,1 persen dari jumlah populasi umat Islam sedunia. Islam pertama kali diperkenalkan di Indonesia melalui pedagang-pedagang Muslim Arab yang sering berbaur dengan penduduk lokal.
Saat ini, umat Islam di India baru berjumlah 177 juta jiwa. Hanya berselisih satu juta jiwa dari negara mayoritas muslim terbesar kedua dunia, Pakistan.
(editor : fyo, sumber : merdeka.com)



