Selasa, 13 Feb 2018 - 23:59:00 WIB - Viewer : 6252
Tak Ada Guna Pembangunan Kalau Kota Ini Kotor
AMPERA.CO, Palembang - Pemerhati Sosial, Bagindo Togar Butarbutar merasa prihatin dengan kondisi kebersihan di Metropolis. Pasalnya, kebersihan hanya terlihat didalam kota, sementara daerah pinggiran kota tetap kotor.
"Tidak ada gunanya pesatnya pembangunan, kalau ibu kota Sumsel ini tetap kotor," katanya, Selasa (13/2).
Menurutnya sistem yang dikakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, dalam menangani masalah sampah atau kebersihan masih banyak yang harus dibenahi.
Karena, berdasarkan pengamatannya, kota Palembang hanya terlihat bersih dibeberapa titik saja, misalnya Jalan Merdeka, Sudirman, A Rivai, Veteran dan Demang Lebar Daun.
Padahal, di daerah seperti Rumah Susun 26 Ilir, Kertapati, SU 1 sangat kotor. Bahkan, parahnya sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga di letakkan di trotoar dan menumpuk sampai berhari-hari. Akibat kendaraan pengangkut sampah lambat mengangkutnya.
"Perlu di catat. Wilayah Palembang ini luas, bukan hanya Jalan Sudirman, A Rivai atau Veteran saja. Wilayah gandus atau Kertapati juga merupakan bagian dari kota ini. Yang menjadi pertanyaan, apakah daerah pinggiran kota itu sudah terjamah. Tentu jawabannya tidak, buktinya tempat pembuangan sementara (Tps) sangat terbatas, seakan-akan dianaktirikan," ujarnya.
Harusnya sambung Ketua Ika Fisip Unsri 2012-2017 ini, dinas terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Keberaihan (DLHK) Kota Palembang lebih aktif dan proaktif memantau semua wilayah. Karena mereka juga mempunyai Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di setiap Kecamatan.
"Harusnya TPA sementara diperbanyak, sehingga mudah dijangkau warga dan tidak ada lagi sampah di trotoar. Penumpukan sampah berhari-hari, yang membuat kota tidak indah. Harusnya dikaji kembali sistem pengelolaan kebersihan, begitu juga dengan pola pelaksanaan pengangkutan sampah, jadi tidak menumpuk, contohlah Kota Surabaya, DLHK harusnya mampu berinovasi, jangan hanya tunggu laporan anak buah, turun kelapangan," ujarnya.
Selain masalah sampah, yang menjadi pr lainnya adalah terkait pemeliharaan drainase kotor yang mengakibatkan banjir disaat hujan tinggi.
"Agar Palembang ini lebih maju, selaiknya didukung juga dengan keindahan dan kebersihan," pungkasnya.



