Jumat, 13 Okt 2017 - 17:46:00 WIB - Viewer : 4372

Tanpa Koordinasi, Perbaikan Fasum Asal Jadi

rep : AT.Putra/Ed:Feri

AMPERA.CO
Tumpukan tanah dilokasi Hotel Ibis yang dibersihkan

AMPERA.COPalembang - Warga sekitar lokasi pembangunan Hotel Ibis, Hadi Yohanes, menyebut, perbaikan Fasilitas Umum (Fasum) yang dilakukan oleh pihak Hotel Ibis atau PT Thamrin Group asal jadi.

"Perbaikan fasum yang rusak seperti jalan, asal jadi. Perbaikan itu tidak ada koordinasi dengan kami, akibatnya diatas drainase di cor penuh dan tidak ada space yang bisa digunakan seandainya kalau ada penyumbatan saat hujan akan berdampak banjir. Kemudian, kondisi jalan yang di cor naik membuat permukaan lokasi rumah jadi kebawah dan turun dari bibir jalan. Besi yang juga ukuran kapasitas kecil,"katanya, Jumat (13/10).

Hal serupa juga diungkapkan oleh, salah satu anggota polisi di Pos Polisi Sanggar, A Andi W, mengatakan, perbaikan yang dilakukan oleh pihak Hotel Ibis atas kerusakan yang kami alami hanya sekedar saja. Perbaikan hanya untuk mengugurkan tanggungjawab.

Dijelaskannya, kerusakan yang terjadi oleh pembangunan Hotel Ibis diantaranya, pagar mengalami keretakan, lantai depan pos amblas, penurunan bangunan gedung sekitar 30-40 cm, dan bangunan di dalam pos mengalami keretakan pada beberapa titik.

"Yang baru diperbaiki pagar dan halaman depan pos, tapi lantai yang sudah disemen belum juga dipasang keramik. Begitu juga dengan retaknya  bangunan bagian dalam gedung pos polisi belum diperbaiki, lebih parah lagi, bangunan ini miring kedepan, karena lahan depan pos amblas," katanya.

Berdasarkan pantauan dilapangan pada Jumat, (13/10), Sekitar 100 meter Jalan Rupit sudah dilakukan pengecoran semen begitupun dengan drainase tampak sudah dibersihkan dari sampah.

Selain kerusakan pagar pada pos polisi sanggar sudah diperbaiki, namun belum dilakukan pengecatan.

Terlihat, sejumlah pekerja melakukan aktivitas pembersihan lokasi bangunan yang dipenuhi tanah, akibat hujan beberapa hari terakhir serta beberapa pekerja melakukan pemasangan instalasi listrik dilantai 4.

Terpisah, General Affairs Manager, PT SBA, Deni Mulyawan mengatakan, sampai saat ini belum ada itikad baik dari PT Thamrin Group untuk menyelesaikan persoalan ini secara duduk bersama terkait dampak yang dialami PT SBA berupa tanah longsor, ground anchor serta tower crane sehingga untuk tanah longsor.Pihaknya mencari solusi sendiri untuk mengatasinya.

"Kita juga masih bingung kenapa tower crane belum juga diturunkan, padahal sudah jelas tidak ada izinnya,"katanya.

Pengawas PT Thamrin Group, Renaldi mengatakan, perbaikan fasum yang rusak merupakan komitmen pihaknya untuk menjalankan intruksi Sekda beberapa waktu lalu.

Selain itu, komitmen juga dilakukan pada pekerjaan fisik yang mana saat ini sudah tidak ada lagi pekerjaan fisik yang dilakukan.

Namun, ia membenarkan jika saat ini ada beberapa orang pekerja yang melakukan pembersihan lokasi bangunan serta pemasangan instalasi listrik.

"Sekarang hanya melakukan pembersihan sama pemasangan instalasi listrik. Sementara untuk komplain warga yang belum terakomodir, kami siap memperbaikinya kembali,"pungkasnya