Selasa, 07 Agu 2018 - 20:52:00 WIB - Viewer : 5020
Tercoreng. Timsel Bawaslu Diduga Terima Uang untuk Luluskan Peserta
AMPERA.CO, Palembang - Seleksi penerimaan calon anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan tercoreng oleh laporan adanya isu traksaksional. Seleksi Calon anggota Bawaslu yang diharapkan dapat menghasil calon pengawas pemilu yang berkompeten dan berintegritas bisa menjadi isapan jempol belaka.
Isu adanya traksaksi sejumlah uang dalam perekrutan calon komisioner Bawaslu Sumsel terjadi pada seleksi wilayah 1 yang meliputi kabupaten OI, OKI,OKU raya, Muara Enim, Prabumulih, Lahat, Pagaralam dan Empat Lawang, karena dianggap tidak transparan dan beredar informasi oknum tim seleksi (Timsel) Bawaslu Sumsel diduga meminta sejumlah uang kepada peserta untuk lulus 10 besar.
Kepada awak media, salah satu peserta seleksi calon anggota bawaslu dari wilayah 1 mengungkapkan bahwa dirinya diminta uang oleh salah satu oknum Timsel untuk masuk 10 nama yang direkomendasikan Timsel ke Bawaslu Sumsel.
"Nominalnya bervariasi tergantung jumlah kuota Komisionernya. Jika daerah Komisionernya berjumlah 5 orang kisaran uangnya 40-50 juta, dan untuk yang 3 Komisioner bisa mencapai 100 juta," kata salah satu peserta yang minta dirahasiakan namanya kepada Detik Sumsel di Palembang, Selasa (7/8).
Ia menjelaskan bahwa salah satu rekannya yang saat ini masuk 10 besar, telah mengirimkan uang via transfer kepada Timsel dengan besaran Rp20 juta, namun uang yang diminta kurang sehingga diminta lagi Rp 30 jutaan. Dan dirinya tidak ikut mentransfer karena tidak memiliki uang.
"Mulai dari awal sampai akhir sudah kental dengan transaksional, dan telah ada yang mengatur. Seleksi ini telah ada yang mengkondisikan. Mereka melakukan ada yang secara terang - terangan (Via Tranfer rekening pribadi), ada yang melewati orang-orang oknum," ungkapnya sembari menunjukkan bukti transfer.
Dikatakan, ia melakukan langkah selanjutnya, dengan melaporkan oknum - oknum tersebut ke Ombusman dan Komisi Informasi Sumsel.
"Saya minta seleksi ini dibatalkan dan diulang kembali. Tes kesehatan dan wawancara ini telah dikondisikan, dan mereka telah mengetahui siapa siapa saja yang lulus," singkatnya
Terkait hal tersebut Ketua Tim Sel Wilayah I Provinsi Sumatera Selatan, Prof Indawan Syahri belum mau berkomentar.
"Maaf, saya lagi rapat bersama pihak Rektorat,"ujar Prof Indawan Syahri ketika dihubungi wartawan
Sama Halnya dengan Sekretaris Timsel Wilayah I, Tommy Indriadi Agustian tidak mau menjawab ketika dihubungi via telpon maupun SMS.
Tidak jauh sama berbeda dengan Timsel Wilayah II, Dr. Mada Apriandi Zuhir tidak mau berkomentar. "Maaf saya lagi rapat," singkatnya ketika mengangkat telpon.



