Selasa, 02 Jun 2015 - 01:39:40 WIB - Viewer : 9132
Terkuak. Inilah Teori ilmiah tentang Bunyi Mirip "Sangkakala"
AMPERA.CO - Beberapa pekan ini, masyarakat heboh dan bertanya-tanya tentang suara yang terdengar dari langit, yang terdengar di berbagai negara di berbagai benua yang berbeda; Amerika, Kanada, Rusia hingga Eropa Barat.
Beberapa orang warga di negara-negara tersebut berhasil merekam suara-suara aneh itu dan mengunggahnya di Youtube. Video paling baru sejauh ini tertanggal 4 April 2015 di salah satu kota di Jerman. Sudah ribuan orang dari seluruh dunia yang menonton video itu.
Dari rekaman tersebut, suara dari langit itu datang dalam beberapa bentuk bunyi. Kadang mendesis, gemuruh, tapi lebih kerap terdengar melengking seperti bunyi sangkakala.
Kemiripan dengan bunyi sangkakala itulah kemudian yang mendorong spekulasi bahwa suara itu adalah “tanda kiamat.”
Sejumlah orang menyebutkan bahwa suara misterius itu mirip dengan tanda serangan alien dalam film War of the World yang dibintangi Tom Cruise. Bergemuruh, melengking, dan memekakkan telinga.
Lalu apa sesungguhnya bunyi itu? Para ilmuwan sejatinya sudah melakukan penelitian, Sejak bunyi dari langit itu terdengar pertama kali pada beberapa dekade lalu.
Jadi, suara dari langit itu bukan baru pertama kali terdengar, tapi sudah lama. Yang membuatnya kini ramai adalah suara itu terdengar di banyak negara dan kemudahan memposting video di Youtube, menyebabkan suara itu gampang di dengar dari mana pun di sekujur dunia.
Seorang ahli geologi,David Deming dari University of Oklahoma, telah merangkum hasil penelitiannya tentang bunyi yang disebutnya sebagai The Hum – suara misterius dan tidak bisa dilacak, hanya terdengar di lokasi tertentu di seluruh dunia oleh 2 hingga 10 persen penduduk dunia.
Dalam Journal of Scientific Exploration, Deming menulis bahwa sumber dari The Hum bisa saja bersumber dari suara transmisi telepon dan pesawat udara yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat untuk tujuan komunikasi kapal selam.
Tapi NASA punya kesimpulan yang lain soal suara itu, dan versi inilah yang dipercaya oleh banyak kalangan. Bumi ini, begitu NASA menjelaskan, memiliki emisi radio. “Jika manusia punya antena, bukan telinga, maka akan mendengar suara-suara aneh yang datang dari planet kita sendiri. Ilmuwan menyebutnya tweeks, whistlers, dan sferics.”
“Emisi radio alami Bumi adalah nyata dan meskipun kita sebagian besar tidak menyadari keberadaannya, tapi ada di sekitar kita sepanjang waktu.”
Selain pendapat-pendapat itu, masih ada beberapa teori lain yang menjelaskan fenomena aneh ini.
Lempeng Bumi
Sebagian ilmuwan mengatakan suara yang digambarkan mirip sangkakala itu kemungkinan karena gesekan lempeng tektonik. Lempeng tektonik adalah potongan kerak dan mantel teratas Bumi, yang kemudian disebut sebagai litosfer.
Ketebalan lempeng bisa sekitar 100 km dan terdiri dari dua jenis bahan utama: kerak samudera (juga disebut sima silikon dan magnesium) dan kerak benua (sial silikon dan aluminium).
Tekanan di Atmosfer
Teori kedua menyebut suara aneh itu disebabkan oleh tekanan di atmosfer. Tekanan atmosfer didefinisikan sebagai gaya per satuan luas yang diberikan terhadap permukaan dengan berat udara di atas permukaan itu.
Ada lagi teori yang mengatakan suara-suara itu muncul dari kereta api dalam reaksinya terhadap rel dan kabel listrik.
Senjata Luar Angkasa
Teori lainnya menyebutkan suara itu berasal dari riset pemerintah AS bernama High Frequency Active Auroral Research Program (HAARP). Pemerintah AS menggunakan HAARP sebagai senjata luar angkasa dan alat pengubah cuaca.
Feri Yuliansyah



