Kamis, 25 Jun 2015 - 17:35:00 WIB - Viewer : 9820

Tiap Tahun, Penderita Gizi Buruk Meningkat

AT. Putra

Foto: AMPERA.CO/ AT. Putra
Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kesehatan Dasar, Dinkes Palembang dr Dewi Handayani

AMPERA.CO, Palembang - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, frekuensi penderita gizi buruk di Kota Palembang meningkat dari Tahun 2013-2014. Namun, peningatakannya tidak terlalu signifikan.

Kepala Dinkes Palembang Anton Suwindro melalui Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kesehatan Dasar, Dinkes Palembang dr Dewi Handayani mengatakan, data terbaru penderita gizi buruk tahun 2014 di Palembang tercatat sebanyak 22 kasus.

"Dibandingkan tahun 2013 lalu, terjadi peningkatan 9 orang. Karena penderita gizi buruk tahun 2013 hanya 13 orang,"ungkapnya, Kamis (25/6).

Dewi menjelaskan, penderita gizi buruk ini mayoritas diderita oleh anak usia 0-5 tahun. Banyak faktor yang menyebabkan balita kena penyakit gizi buruk ini seperti, penaykit, asupan kurang, kondisi lingkungan tidak sehat, kemiskinan dan lain sebagainya.

"Kalau sering sakit, misalnya batuk filex sampai panas tinggi, secara otomatis berat tubuh anak akan menyusut. Nah, itu sebabnya gizi buruk serta ada juga disebabkan faktor keturunan (gen),"bebernya.

Menurut Dewi, semua kasus penderita gizi buruk di Palembang, tidak ada gizi buruk murni. Artinya, tidak disebabkan kelaparan berkepanjangan, melainkan kebanyakan disebabkan sakit yang panjang.

"Penyakit yang paling sering mengakibatkan anak menderita gizi buruk adalah diare dan batuk filex disertai panas tinggi,"ujarnya.

Sambung Dewi, solusi utama untuk mengatasi gizi buruk di Metropolis adalah, sosialisasi kepada masyarakat. Baik dilakukan Pemerintah maupun sukarelawan.

"Pada dasarnya masyarakat masih banyak yang kurang paham pentingnya kekebalan tubuh bagi anak. Misalnya dengan ASI, kan banyak ibu yang tidak menyusui anak hingga waktu ditentukan yakni 6 bulan, hanya satu bulan, ASI sudah distop. Nah, dengan begitu kekebalan anak akan berkurang, penyakit akan mudah datang,"katanya.

Cara lainnya adalah, penanganan yang cepat. Misalnya masyarakat tau anaknya sakit, harus segera lapor kepihak kesehatan tertedak.

"Bisa juga menghubungi aparatur pemerintahan sepeeti, RT, Lurah atau Camat setempat. Sehingga anak segera mendapat pertolongan pertama,"katanya.

Disinggung adanya anak gizi buruk di kawasan Gandus, yang bernama ADi Wijaya ? Dewi menjawab, dia (Adi Wijaya) sudah masuk dalam data Dinkes Palembang. Anak tersebut merupakan data lama yang menderita gizi buruk.

"Untuk mengatasi masalah ini, kami juga butuh dukungan semua pihak, seperti Dinas Sosial soal kemasyarakatannya, BBPOM dari pangannya, dan si ibu harus rajin mengunjungi Posyandu untuk memeriksakan anaknya,"ulasnya.

Terpisah, anggota komisi II, DPRD Palembang, Aidil Adhari mengatakan, pihaknya berharap, Pemkot Palembang melalui, Dinkes Palembang bisa menekan ataupun mengurangi angka penderita gizi buruk di Palembang.

"Kami harap, setiap tahun harus berkurang. Lakukanlah sosialisasi kepada masyarakat atau tenaga kesehatan yang ada di Kelurahan maun Kecamatan di Palembang,"tutupnya.

BerlianPratama