Senin, 24 Nov 2025 - 21:46:00 WIB - Viewer : 1616
Tim Dosen dan Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Unsri Gelar Pengabdian kepada Masyarakat
// Pendampingan Penyusunan Soal Pemodelan Matematika
IST
AMPERA.CO, Palembang - Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Sriwijaya, kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru-guru matematika dalam menyusun soal berbasis pemodelan matematika.
Kegiatan ini dibiayai oleh Anggaran Universitas Sriwijaya Tahun Anggaran 2025. Sesuai dengan SK Rektor Nomor: 0014/UN9/SK.L.PPM.PM/2025 tanggal 17 September 2025".Dukungan ini menunjukkan komitmen Universitas Sriwijaya dalam mendorong pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Kegiatan ini mengusung tema “Pendampingan Penyusunan Soal-Soal Pemodelan Matematika bagi Guru-Guru Matematika SMP di Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang” dan dilaksanakan pada Sabtu, 11 Oktober 2025, mulai pukul 08.00 hingga 12.30 WIB bertempat di UPT Lembaga Bahasa Universitas Sriwijaya, Palembang.
Pengabdian ini diketuai oleh Prof. Dr. Yusuf Hartono, M.Sc, dengan anggota tim dosen yaitu Dr. Darmawijoyo, M.Si, Dr. Weni Dwi Pratiwi, M.Sc, Septy Sari Yukans, M.Sc, dan Muhammad Ridho, S.Pd., M.Si. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang berperan aktif dalam mendampingi peserta selama pelatihan berlangsung.
Peserta kegiatan terdiri atas guru-guru matematika SMP se-Kota Palembang yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Kota Palembang. Menariknya, kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa guru matematika SD dan SMA dari dalam dan luar Kota Palembang yang tertarik untuk memperdalam pemahaman tentang penyusunan soal berbasis konteks kehidupan nyata sesuai dengan kerangka asesmen PISA (Programme for International Student Assessment).
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Yusuf Hartono, M.Sc menegaskan pentingnya kemampuan guru dalam merancang soal yang tidak hanya menilai kemampuan prosedural, tetapi juga melatih siswa untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah melalui konteks kehidupan sehari-hari. “Melalui kegiatan ini, kami berharap guru-guru perlu memiliki kemampuan tidak hanya dalam menyelesaikan soal pemodelan, tetapi juga dapat mengembangkan keterampilan merancang soal yang dapat menantang siswa untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah kontekstual yang mendorong literasi matematika siswa dan relevan dengan tantangan abad ke-21,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pendampingan intensif mengenai konsep pemodelan matematika, Selain pembekalan teori, guru-guru juga dilatih untuk menganalisis berbagai contoh soal pemodelan matematika, agar mereka mampu menentukan langkah-langkah penyelesaian yang tepat dan sistematis. Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan bimbingan langsung dalam menyusun soal-soal pemodelan matematika yang baik, lengkap dengan rambu-rambu penyusunan yang sesuai dengan konteks kehidupan nyata dan karakteristik peserta didik. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi produktif yang muncul selama sesi pelatihan.

Sebagai bagian dari kegiatan ini, para peserta juga mendapatkan buku berjudul “Pembelajaran Pemodelan Matematika” karya Dr. Darmawijoyo, M.Si. dan Prof. Dr. Yusuf Hartono, M.Sc. Buku tersebut menjadi salah satu sumber belajar penting yang mendukung guru dalam memahami konsep dan implementasi pemodelan matematika di kelas.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan foto bersama seluruh peserta dan tim pengabdian. Para guru menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkaya praktik pembelajaran matematika di sekolah.



