Minggu, 26 Okt 2025 - 21:11:00 WIB - Viewer : 2128
Tim Dosen Pendidikan Kimia FKIP Unsri Tingkatkan Kesadaran Siswa SMA Srijayanegara
// Tentang Bahaya Zat Aditif
IST
AMPERA.CO, Palembang - Tim Dosen Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Self Awareness terhadap Bahaya Zat Aditif pada Makanan”. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMA Srijayanegara Palembang dan berlangsung di Aula FKIP Universitas Sriwijaya, Indralaya. Kegiatan PkM ini bertujuan menumbuhkan kesadaran serta pemahaman siswa mengenai pentingnya mengenali dan menghindari penggunaan zat aditif berbahaya dalam makanan sehari-hari.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan II FKIP Universitas Sriwijaya, Dr. Didi Jaya Santri, M.Si., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif dosen Pendidikan Kimia dalam mengedukasi generasi muda mengenai keamanan pangan. Beliau menekankan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan sikap kritis dan kepedulian siswa terhadap bahan kimia yang terkandung dalam makanan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Koordinator Program Studi Pendidikan Kimia, Dr. Diah Kartika Sari, M.Si., selaku ketua tim pengabdian. Dalam kesempatan tersebut, beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, cerdas, dan peduli terhadap keamanan pangan. Selanjutnya, Kepala SMA Srijayanegara, Bapak Syahrial, S.Pd., M.Si., mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan kesempatan yang diberikan kepada siswanya untuk belajar langsung dari akademisi Universitas Sriwijaya. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat rutin dilaksanakan sebagai sarana edukasi aplikatif bagi siswa.
Dalam sesi inti, para dosen Pendidikan Kimia menyampaikan materi interaktif mengenai berbagai jenis zat aditif seperti pemanis, pewarna, pengawet, pengental, penstabil, dan pengemulsi. Pemaparan dilengkapi dengan contoh produk makanan sehari-hari yang mengandung zat aditif alami dan buatan. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai zat aditif berbahaya, seperti boraks dan formalin, yang kerap disalahgunakan pada makanan olahan. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik uji sederhana terhadap sampel makanan seperti bakso dan tahu untuk mendeteksi adanya boraks atau formalin. Uji boraks dilakukan menggunakan kertas kunyit, sedangkan uji formalin menggunakan larutan kalium permanganat (KMnO?) atau ekstrak buah naga. Melalui kegiatan ini, peserta secara langsung mengamati perubahan warna sebagai indikator adanya bahan berbahaya pada makanan, sekaligus belajar metode deteksi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekitar.
Figure 1Siswa SMA Srijayanegara melakukan demonstrasi uji zat aditif dibimbing oleh tim pengabdian dosen Pendidikan Kimia FKIP Unsri.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan teoretis, tetapi juga pengalaman praktis dan edukatif bagi siswa dalam mengenali bahaya penggunaan zat aditif berlebih. Harapannya, para peserta dapat menjadi lebih sadar, kritis, dan selektif dalam memilih makanan yang aman dikonsumsi serta menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun rumah.
Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian Dosen Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sriwijaya menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi dan berkontribusi nyata dalam meningkatkan literasi kimia serta kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan.
Sesi foto bersama antara siswa SMA Srijayanegara dan tim pengabdian dosen Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sriwijaya setelah kegiatan praktikum.



