Selasa, 25 Nov 2025 - 14:48:00 WIB - Viewer : 1580
Tingkatkan Kompetensi Guru, Dosen Pendidikan Matematika Unsri Latih Implementasi Pembelajaran
// Berbasis Computational Thinking Dengan Teknologi Inovatif Di SDN 217 Palembang
AMPERA.CO, Palembang - Dalam menghadapi tuntutan pendidikan abad ke-21, peserta didik dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta terampil memanfaatkan teknologi digital. Menyadari kebutuhan tersebut, Tim Dosen Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (UNSRI) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan Implementasi Pembelajaran Matematika Berbasis Computational Thinking Menggunakan Teknologi Inovatif pada Materi Bilangan Bulat”. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri 217 Palembang selama September hingga November 2025 yang berlangsung dalam enam pertemuan tatap muka.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim PkM, Dr. Hapizah, S.Pd., M.T. yang menegaskan bahwa pembelajaran matematika di era digital tidak lagi cukup mengandalkan metode konvensional. Guru perlu menguasai pendekatan yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti Computational Thinking (CT). Pendekatan ini mampu melatih peserta didik untuk berpikir sistematis dalam menyelesaikan sebuah masalah. Selain itu, melalui bantuan teknologi digital, konsep matematika juga dapat disajikan dengan lebih menarik dan interaktif.
Kegiatan PkM ini mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah. Kepala sekolah SDN 217 Palembang, Diana Sari, S.Pd., M.M., membuka kegiatan secara resmi dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi UNSRI dalam meningkatkan kompetensi guru. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah merupakan langkah penting untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih modern dan adaptif, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi yang begitu cepat.
Pelatihan ini melibatkan tim dosen Pendidikan Matematika UNSRI, yaitu Dr. Budi Mulyono, S.Pd., M.Sc., Dr. Ely Susanti, S.Pd., M.Pd., Dr. Meryansumayeka, S.Pd., M.Sc., dan Annisa Oktavia Lestari, S.Pd., M.Pd yang bertindak sebagai narasumber selama kegiatan pelatihan. Selain itu, kegiatan ini turut didukung oleh mahasiswa S2 dan S1, yakni Marta Risa Putri Utami, S.Pd., Jesika Dwi Putriani, S.Pd., Farah Nabila Tampubolon, S.Si., Akbar Hriadi, dan Nasywa Ayu Maheswari yang membantu proses pendampingan peserta selama pelatihan berlangsung.
(Foto bersama tim pengabdian dan guru)
Selama enam pertemuan, para guru memperoleh teori serta pengalaman langsung dalam mengintegrasikan CT ke dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi bilangan bulat. Peserta diajak mempraktikkan tahapan CT seperti decomposition, pattern recognition, abstraction, dan algorithm dalam pembelakaran matematika. Selain itu, guru juga mengenal berbagai teknologi digital yang dapat diintegrasikan ke pembelajaran berbasis CT serta meningkatkan interaktivitas dan efektivitas pembelajaran di kelas. Antusiasme guru terlihat dari keaktifan mereka dalam berdiskusi, mencoba aplikasi digital, serta merancang pembelajaran yang lebih kreatif dan kontekstual.
(Pemaparan materi oleh narasumber)
Pada sesi akhir rangkaian kegiatan, guru sebagai peserta mempresentasikan hasil dari pengimplementasian pembelajaran berbasis CT dengan bantuan teknologi inovatif di kelas, termasuk berbagai tantangan dan capaian yang mereka temui. Narasumber kemudian melakukan refleksi dan diskusi, serta memberikan umpan balik untuk memperkuat implementasi CT dalam pembelajaran matematika.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah untuk menciptakan pembelajaran matematika yang lebih inovatif, adaptif, dan sesuai dengan tuntutan kompetensi abad ke-21. Melalui kolaborasi ini, diharapkan guru-guru semakin mampu menerapkan pendekatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan teknologi masa kini.



