Sabtu, 30 Mei 2015 - 09:26:54 WIB - Viewer : 21456
Upaya Pemerintah Dalam Mengendalikan Inflasi
(ilustrasi : sharia.co.id)
AMPERA.CO, Jakarta – Pemerintah akan melakukan beberapa penyelarasan dalam mengendalikan inflasi nasional agar tidak terlalu senstitif terhadap perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan upaya penyelarasan tersebut dilakukan melalui tiga hal, diantara yakni dengan peningkatan alokasi anggaran dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan energi nasional, menjaga stabilitas harga, dan mendukung kelancaran arus distribusi bahan kebutuhan pokok dan barang strategis.
Kedua, dengan peningkatan produksi dan produktivitas bahan pangan nasional dan yang ketiga dengan pengendalian volatilitas nilai tukar rupiah.
“Pemerintah juga sepakat dengan pendapat para anggota dewan perwakilan rakyat mengenai sinergi kebijakan fiskal, moneter dan sektor riil, diantaranya melalui penguatan peran pengendalian inflasi, baik di tingkat pusat maupun daerah, sehingga laju inflasi nasional dapat lebih terjaga,” kata Menkeu.
Seperti diketahui pemerintah melakukan perubahan kebijakan subsidi BBM, dengan mencabut subsidi untuk jenis premium dan subsidi tetap untuk solar. Kenaikan harga BBM menjadi salah satu pemicu inflasi tahun ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, sepanjang April 2015, terjadi inflasi atau kenaikan rata-rata harga barang dan jasa sebesar 0,36%. Untuk inflasi tahunan atau year on yerar, BPS mencatat sebesar 6,79%.
Dari 82 kota dan kabupaten di Indonesia, 72 di antaranya mengalami inflasi dan 10 lainnya terjadi deflasi. Sedangkan untuk inflasi inti pada April 2015, BPS mencatat angka 0,24%. Angka inflasi tercatat paling tinggi terjadi pada harga yang diatur pemerintah sebesar 1,88%.
Suryamin, Kepala Badan Pusat Statistik mengatakan hal ini terjadi karena naiknya harga bahan bakar minyak, tarif angkutan umum, serta elpiji berukuran 12 kilogram. “Sedangkan bahan makanan malah menghambat inflasi inti atau terjadi deflasi sebesar 0,91%.
Sementara Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada kuartal II 2015 sebesar 7,4% dan akhir kuartal ketiga akan masuk ke posisi 7,3%. Agus Martowardojo, Gubernur BI, meminta menjelang Ramadhan agar harga pangan bisa dikendalikan untuk mengendalikan potensi inflasi yang terjadi.
Feri Yuliansyah



