Sabtu, 09 Des 2017 - 21:34:00 WIB - Viewer : 948

Warga Palembang Protes Donald Trump Soal Ibukota Israel

Redaksi Ampera.Co

AMPERA.CO, Palembang - Keputusan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memberikan dukungan kepada negara zionis Israel yang menjadikan Yerusalem sebagai ibukota-nya diprotes oleh warga Palembang.

Aksi protes yang digelar siang tadi, sabtu (9/12/2017) diikuti sejumlah organisasi masyarakat (ormas) menolak keputusan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memberikan sinyal merestui akan dijadikannya kota Al Quds menjadi ibu kota negara zionis Israel.

"Kami menolak atas keputusan Donald Trump yang menjadikan Al Quds menjadi ibu kota Israel," ujar koordinator aksi, Elly Sumantri.

Massa yang tergabung dalam Aksi Cepat Tanggap (ACT) memulai sekitar pukul 13:00, sebagai aksi kepedulian terhadap kemanusiaan.

 

Ratusan massa yang tergabung dalam Aksi Cepat Tanggap (ACT) menolak keputusan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donal Trump, yang memberikan sinyal merestui akan dijadikannya kota Al Quds menjadi ibu kota negara zionis Israel, Sabtu (9/12/2017).

Dalam aksi ini, ACT Sumsel menyerukan kepada masyarakat Sumsel untuk:

1. Bersatu mendoakan dan mendukung perjuangan Palestina yang terjajah oleh Zionis Israel.

2. Meminta pemerintah segera mengambil tindakan tegas atas sikap pemerintah Amerika Serikat.

3. Menyerukan umat Islam Sumsel untuk menggalang dana sebesar-sebenarnya guna membantu korban kebiadaban Zionis Israel dari masyarakat sipil yang sudah mulai berjatuhan.

4. Menolak penjajah Israel atas Palestina sesuai amanat UUD 1945.

5. Menolak Al Quds dijadikan ibu kota negara Zionis karena Al Quds adalah kota sah milik Bangsa Palestina.

6. Boikot produk Israel.

"Rencananya Jumat (15/12/2017) akan ada aksi yang lebih besar lagi," ujar Elly.

Ratusan massa yang tergabung dalam Aksi Cepat Tanggap (ACT) menolak keputusan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donal Trump, yang memberikan sinyal merestui akan dijadikannya kota Al Quds menjadi ibu kota negara zionis Israel, Sabtu (9/12/2017).

Komentar Berita