Selasa, 08 Mar 2016 - 15:54:00 WIB - Viewer : 5276
Warga Sumsel bersiap Sholat Gerhana
AMPERA.CO, Sumsel - Masyarakat muslim di sumatera selatan menyiapkan pelaksaan shalat gerhana pada saat terjadinya gerhana matahari total (GMT) yang diperkirakan akan terjadi rabu esok (9/3).
Seperti yang akan dilakukan oleh Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir dan warga Kampung Al Munawar atau kerap disebut "kampung arab" di Kelurahan 13 Ulu Palembang, Sumatera Selatan.
"Dalam rangka menyambut fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT) yang merupakan salah satu kebesaran Allah SWT, santri, pengajar, dan pengurus pondok pesantren akan menggelar shalat gerhana matahari total (GMT)," kata Pengurus Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Ustadz Muchyidin, di Indralaya, Senin (7/3).
Menurut dia, gerhana matahari total merupakan fenomena alam yang cukup langka dan pada tahun ini hanya bisa dilihat di sejumlah daerah di Indonesia dan delapan kota di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
Berdasarkan informasi dari BMKG, gerhana matahari total melintasi delapan wilayah Sumsel yakni Kota Palembang, Lubuklinggau, Rupit, Muarabeliti, Talang Ubi, Sekayu, Pangkalanbalai, dan Indralaya.
Untuk menghadapi melintasnya GMT itu, pihaknya menyiapkan shalat bersama masyarakat sekitar dengan imam Ketua Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya KH Mudrik Qori, katanya.
Sementara itu, Ketua RT Kampung Al Munawar Muhammad Ak di Palembang, Selasa, mengatakan, kegiatan sholat gerhana itu sudah disebarluaskan ke masyarakat sekitar dengan mengirimkan undangan ke sejumlah masjid dan mushalah di Kecamatan Seberang Ulu I dan Seberang Ulu II.
"Khusus Kampung Al Munawar akan menggelar shalat gerhana, saat ini warga sedang menyiapkan beragam keperluannya, seperti tenda dan lainnya karena ada juga perwakilan pejabat dari pemerintah. Rencananya akan ada sajian kesenian khas Arab yakni musik gambus," kata Muhammad Ak yang dijumpai di lokasi.
Ia mengemukakan, terkait Gerhana Matahari Total ini, warga Al Munawar pada pekan lalu melakukan gotong royong membersihkan kampung dengan turut dibantu petugas kebersihan dari pemerintah kota.
di Baturaja, Pembina Pondok Pesantren Darul Muttaqin, Baturaja OKU, H.A.Truman SO Bakri menjelaskan bahwa sesuai informasi dari Asosiasi Pondok Pesantren provinsi setempat, sekarang ini lebih dari 100 pondok pesantren di delapan daerah yang diprakirakan BMKG dilintasi GMT dan sejumlah daerah lainnya yang tidak dilintasi secara langsung melakukan persiapan shalat untuk menyambut kebesaran dan kekuasaan Allah SWT itu.
"Ratusan pondok pesantren di Sumatera Selatan terutama yang berada di daerah yang dilintasi Gerhana Matahari Total menyiapkan pelaksanaan shalat gerhana matahari pada 9 Maret 2016," ujarnya.
Shalat gerhana hukumnya Sunnah Mu`akad (sunnah yang dikuatkan) sehingga sebagai pembina lembaga pendidkan Islam berupaya memanfaatkan momentum terjadinya peristiwa fenomena alam langka itu mendekatkan diri dengan Allah SWT.
Matahari merupakan salah satu makhluk Allah yang sangat taat kepada-Nya, dan tidak henti-hentinya berputar yang membuat terjadinya putaran masa dan selalu menyinari bumi.
Dalam perputaran itu, suatu saat cahaya matahari tidak tembus ke bumi karena terhalang oleh bulan yang disebut gerhana matahari total, ujarnya.



