Kamis, 04 Jun 2015 - 18:46:00 WIB - Viewer : 6560

Waspada Calo Penerimaan Peserta Didik Baru

AT. Putra

foto: at.putra
Salah satu SMA Negeri Unggulan yang ada di Palembang

AMPERA.CO, Palembang - Sejumlah orang tua murid yang baru menamatkan anaknya dari Sekolah Menengah Pertama (SMP), mengaku ditawari oleh oknum yang mengaku bisa memasukan anaknya ke sekolah menengah atas (SMA) favorit di Palembang, dengan syarat menyediakan uang.

"Saya pernah bertemu dengan seseorang, katanya dia bisa memasukkan anak saya ke sekolah unggulan seperti SMAN 3, SMAN 17 dan lainnya. Tapi, saya disuruh siapkan uang sebesar Rp 4 juta sebagai tanda terima kasih, tapi saya tolak karena anak saya selalu juara kelas ketika SMP, jadi untuk menghadapi penerimaan peserta didik baru (PPDB), Insya Allah anak saya bisa,"ungkap Lena, warga Jalan Ki Merogan, Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati, Kamis (4/6).

Lena mengatakan, untuk masuk sekolah unggulan sudah pasti menjadi impian semua orang tua murid, tapi prilaku praktek korupsi tersebut tidak bisa dibenarkan.

"Sebenarnya praktek jual bangku sekolah unggulan, bukan hanya dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Tapi dilakukan juga oleh para guru dan kepala sekolah, itu sudah jadi rasia umum,"katanya.

Orang tua murid lainnya, Zulkipli mengatakan, sangat menyayangkan prilaku buruk tersebut. Karena menurutnya, untuk masuk sekolah unggulan tersebut seharusnya memakai mekanisme ujian yang jujur, sehingga antara masyarakat miskin dan kaya tidak ada perbedaan.

"Kalau bangku SMA di jual belikan, bagaimana dengan masyarakat miskin yang tidak mempunyai modal,"ungkap pria yang berprofesi sebagai pegawai swasta ini.

Menurut Zulkipli, untuk menindak permainan jual beli bangku sekolah tersebut sudah menjadi tugas Pemerintah, jika ada guru, kepala sekolah maupun orang dari Dinas pendidikan yang bermain langsung ditindak sesuai hukum.

"Itu sudah termasuk korupsi, bagaimana bangsa ini mau maju. Kalau dari Pendidikan saja sudah ada permainan,"katanya.

Sementara itu, kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Palembang, Ahmad Zulinto mengaku, pihaknya tidak menampik adanya praktek jual beli bangku sekolah, khususnya SMA unggulan. Tapi, pihaknya sudah melakukan antisipasi jauh-jauh hari dengan cara melarang Guru, Kepala Sekolah, maupun Staf Diksdikpora untuk berhubungan dengan wali murid.

"Iya benar, kami tidak menampiknya. Tapi, Insya Allah tidak akan terjadi. Karena kami sudah berikan peringatan sudah lama,"tutupnya.

AR. Yosef

Ampera.co

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

  • pendidikan