Jumat, 19 Jun 2015 - 19:43:00 WIB - Viewer : 6652

Waspadai, Zat Berbahaya pada Menu Takjil

Apandi

Foto: AMPERA.CO/ at. putra
Ilustrasi

AMPERA.CO, Palembang - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang, Mulyadi menghimbau kepada masyarakat yang biasa membeli makanan diluar atau di pasar bedug, untuk hidangan berbuka puasa, agar lebih berhati-hati. Karena berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, banyak oknum pedagang yang menjual makanan dengan menggunakan zat berbahaya.

"Banyak juga oknum pedagang takjil berbuka puasa yang nakal. Oleh itu, masyarakat harus lebih waspada. Jangan sampai salah membeli makanan," imbuhnya, Jumat (19/6).

Mulyadi mengatakan, makanan seperti mie kuning, tahu dan lainnya, rentan di campur zat berbahaya seperti, zat pewarna dan pengeras. Kalau itu, dikonsumsi oleh tubuh manusia, tentunya sangat berbahaya.

"Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, BBPOM jangan tidur selama puasa ini. Mereka harus bekerja ekstra, jangan sampai umat muslim yang sedang beribadah terganggu dengan makanan-makanan yang mengandung zat berbahaya itu, "pintanya.

Menurut Mulyadi, untuk mengantisipasi hal itu, mulai sekarang Dinkes maupun BBPOM sudah harus bekerja. Jangan hanya diam dikantor saja. Karena, yang berwenang melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang dijual di pasar beduk adalah BBPOM atau Dinkes.

"Turun kelapangan, lihat kondisi makanan yang dijual di pasar-pasar. Sehingga kekhawatiran masyarakat, adanya makanan yang mengandung zat berbahaya tidak terjadi,"ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Palembang, Anton Suwindro mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat adanya makanan yang mengandung zat berbahaya. Tapi, apa yang disarankan pihak DPRD Palembang, pihaknya siap melaksanakannya.

"Sejauh ini tidak ada laporan. Palembang masih aman dari makanan berbahaya, walaupun demikian, kami sudah membentuk tim khusus untuk melakukan pengecekan di pasar bedug yang difasilitasi Pemkot Palembang atau pasar bedug liar, "tutupnya

BerlianPratama