Jumat, 24 Feb 2017 - 00:34:00 WIB - Viewer : 4608

Waw, 6.000 Ton Daging Kerbau India Segera Masuk RI

Ed : Feri Y


AMPERA.CO, Jakarta - Alasan memenuhi kebutuhan daging untuk rakyat Republik Indonesia (RI), Pemerintah harus impor daging Kerbau dari India.

Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti, mengatakan, ia sudah meneken kontrak impor 6.000 ton daging kerbau asal India. Kontrak ini merupakan bagian dari sisa 21.000 ton izin pemasukan daging kerbau asal India di Tahun 2016 lalu.

"Sudah diteken kontraknya 6.000 ton,"Katanya, Kamis (23/2).

Menurut Djarot, sisanya sebanyak 15.000 ton masih dinegosiasikan. Nanti, Bulog akan mematuhi rekomendasi Kementerian Pertanian, terkait Rumah Potong Hewan (RPH) mana yang layak untuk menjadi sumber impor daging kerbau ini.

"Sisanya kita masih negosiasikan. Nego ini untuk pertama saya akan tunduk pada putusan rekomendasi RPH yang layak pakai,"katanya.

Dijelaskannya, daging Kerbau impor asal India tersebut merupakan dagung beku, ia akan memastikan kepada pemerintah akan mendapat komitmen daging yang berkualitas dari RPH yang direkomendasikan.

"Saya harus memperoleh komitmen kualitas dari semua RPH karena ada RPH kadar airnya 10-15 persen, ini kan prosesing. Jangan sampai saya rugi karena ternyata airnya banyak, saya ingin dalam standar,"ujarnya.

Untuk soal harga, pihaknya berharap daging beku kerbau tersebut dijual harga Rp 56.000-Rp 60.000 per kg ke pedagang. Dengan begitu pedagang dapat menjualnya seharga Rp 65.000/kg.

"Kami harap bisa murah, sehungga konsumen bisa beli daging kerbau hanya dengan Rp 65.000. Tapi warung kan bukan punya kita,"Pungkasnya.

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :