Minggu, 19 Jun 2022 - 20:54:00 WIB - Viewer : 4616

Fisip Unsri Gelar Diskusi Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Rep : Alam

Ampera.co

AMPERA.CO, Palembang - Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya Palembang, gelar diskusi tentang kerajaan Sriwijaya yang ada di Kota Palembang.

Budayawan Sumsel, Dr Erwan Suryanegara, M.Sn, mengatakan, Sriwijaya sudah menjalankan demokrasi yang pertama. Dimana implementasi diberikan melalui kedatuan dan perdatuan, dan Sriwijaya selama 7 abad menjunjung tinggi demokrasi. 

Terkait keberadaan Pusri yang berpindah- pindah, menurut Erwan, di Palembang terlihat tanda-tanda kerajaan Sriwijaya. Fakta sejarah yang ada, diungkapkannya dan tidak boleh dibantah, bahwasanya Sriwijaya ada diseputaran PT Pusri.

"Bahkan, ini juga dikuatkan dengan peneliti dari luar," katanya, usai menggelar diskusi, di Hotel Swarna Dwipa, Minggu (19/6/2022).

Kepala Arkeolog, Sumsel, Wahyu RA, mengatakan, sejarah Sriwijaya, merupakan sejarah kerajaan yang besar pada zaman dulu.

"Sejarah ini harus dipertahankan. Sehingga generasi muda kedepan dapat mengingat mengenai kebesaran Sriwijaya," ujarnya.

Menurutnya, Sumsel pernah menjadi daerah istimewa, dan setelah RIS, ditahun 1948 provinsi Sumsel sebagai wilayah dipecah tiga provinsi. Baru ditahun 1960 baru memecahkan diri menjadi provinsi Sumsel. 

"Dulu transportasi adalah sungai, dan orang-orang yang akan bertemu sulit, lebih terisolir, dan itulah yang membentuk marga. Dimana merupakan identitas lokal yang masing-masing berdiri sendiri. Namun demikian, marga itu sangat demokratis. Bahkan ditingkat dunia, marga sangatlah demokratis," katanya.

Sementara itu, Dekan FISIP Unsri, Prof Al Fitri, dalam kesempatan itu juga memaparkan, eksiatensi identitas budaya Sumsel. Konstruksi dan aktualisasi, dimana individu mengingat kembali masa lalu srnagai bagian dari budaya sumatera selatan. 

"Kebudayaan Sumsel selalu kontak interaksi dengan kebudayaan lain, dan referensi budaya masyarakat," katanya.

Ketua Panitia politik Bagindo Togar mengatakan, diskusi sangat penting sehingga dapat memberikan pembelajaran bagi masyarakat terhadap sejarah yang ada di Sumsel.

"Dan dukungan dari semua pihak sangat positif atas diskusi ini dan tentu dapat menimba Ilmu bagi kita semua atas sejarah yang ada di Sumsel,"ujarnya. 

Hadir dalam kegiatan diskusi itu, wakil DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli. Bupati Pali, Heri Amalindo dan juga puluhan mahasiswa FISIP Unsri.

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :