Rabu, 08 Nov 2017 - 15:08:00 WIB - Viewer : 1156

DKP OKU : Soal kualitas raskin, itu bukan tanggung jawab kami

Laporan : Riduwansyah (Kontributor OKU)

Kepala Dinas DKP OKU, jhon herly 

AMPERA.CO, Baturaja : Rastra (beras pra sejahtera)atau yang masih sering disebut Raskin, menjadi keluhan masyarakat di kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terutama bagi penerima yang umumnya masyarakat miskin yang tinggal di daerah atau desa.

Beras yang di peruntukan untuk masyakat yang kurang mampu ini terkadang memiliki kualitas yang kurang layak untuk di konsumsi. Hal ini di tambah lagi dengan harga yang di jual ke masyakat yang cukup tinggi, dan harga disetiap daerah masih sangat bevariasi 

Hal tersebut di sikapi Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) OKU, Jhon Herly yang menilai masih seringnya ada nya laporan penerimaan kualitas Rastra yang di anggap jelek dan tidak layak untuk dimakan oleh masyarakat penerima, yang di sebut RTS (Rumah Tangga Sasaran).

"ini mungkin karena lemahnya pengawasan dari pihak kecamatan saat menerima Rastra yang dikirimkan oleh Bulog" kata John Herly di Baturaja, rabu (8/11)

Dia menjelaskan, Seharusnya saat diterima oleh kecamatan itu langsung dicek terlebih dahulu dengan menggunakan alat gancu beras, `nah seandainya apa bila benar kualitas Rastra itu kurang memuas kan bisa langsung ditolak dan bisa ditukar dengan yang baru ke kantor Bulog,"  ujarnya

Menurutnya, pengawasan dari pihak kecamatan ini sangat penting juga sangat membantu Sebab Raskin atau Rastra ini diorder atau ditebus oleh masing-masing desa dengan sebelum nya menggunakan dana APBN yaitu Rp.1600 perkilo nya di tambah dana APBD Rp.300 perkilo untuk transport, dana itu semua kami yang mengatur, Lalu setelah itu diserahkan kepada pihak kecamatan.

"Peran kecamatan sangat vital dalam mengawasi pendistribusian Raskin atau Rastra ke masyarakat. Kalau pengawasan ketat dilakukan oleh kecamatan, saya kira persoalan kualitas Raskin atau Rastra jelek dapat dihindari. Karena jika Raskin atau Rastra yang jelek tersebut sudah diterima ditangan RTS ya kan sulit atau repot untuk menukarkannya kembali," paparnya.

Disinggung upaya pihaknya untuk mengingatkan atau menegur pihak kecamatan agar dapat mengawasi soal distribusi Raskin ini? Menurut Jhon Herly, tentu tidak mungkin. Kerena tidak ada kapasitas oleh pihaknya melakukan hal tersebut.

"Intinya ini soal kesadaran dan tanggung jawab. Karena tidak ada kewenangan kita kalau untuk menegur apalagi sampai memberi sanksi," pungkasnya.

Terpisah, salah satu aparatur kecamatan yakni Kecamatan Baturaja melalui Camat Baturaja Timur, Lukmanul Hakim, saat hendak dimintai komentarnya terkait dinilai masih lemahnya tingkat pengawasan kecamatan soal distribusi Raskin atau Rastra, sayang nya belum dapat ditemui.

    TAGS   :   #oku

Komentar Berita