Rabu, 29 Jul 2026 - 12:06:00 WIB - Viewer : 320
Tim Universitas Sriwijaya Laksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat Di Desa Ulak Kerbau
// Melalui Inovasi Filtrasi Karbon Nanofiber Untuk Penyediaan Air Bersih
IST
AMPERA.CO, Ogan Ilir - Dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim Universitas Sriwijaya (UNSRI) melaksanakan kegiatan Pengabdian Pengabdian BIMA skema Pemberdayaan Marsyarakat Kemendiktisaintek di Desa Ulak Kerbau, Kabupaten Ogan Ilir, melalui program pemberdayaan masyarakat dengan penerapan teknologi filtrasi berbasis karbon nanofiber sebagai upaya meningkatkan kualitas air bersih. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan ketersediaan air bersih yang masih dihadapi masyarakat sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengoperasikan serta memelihara sistem filtrasi yang ramah lingkungan.
Tim pengabdian terdiri atas dosen dari berbagai disiplin ilmu di Universitas Sriwijaya, terdapat Prof. Dr. Ida Sriyanti, S.Pd., M.Si, selaku ketua pengabdian. Lalu Ir. Agung Mataram, S.T., M.T., Ph.D dan Dr. Leni Marlina, S.Pd., M.Si. selaku anggota. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa sebagai pendamping teknis yang berperan aktif dalam membantu pelaksanaan, Terdapat Rahma Dani, S.Pd., M.Pd Mahasiswa Doktor (S3), Lalu ada Arifin ilham septian syeh, Dia oktarina gumanti, Fera Livia Melinda, Nora Herliza, Ayu Nadya, Detrika mawar dan Ahmad Ihsan mahasiswa S1 Pendidikan Fisika. Kegiatan dilaksanakan di Desa Ulak Kerbau dan dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Dalam sambutannya, Ketua Tim menyampaikan bahwa ‘’kegiatan ini sangat dibutuhkan karena air yang digunakan masyarakat masih berminyak dan keruh’’. dan, Kepala Desa Ulak Kerbau menyampaikan apresiasi kepada Universitas Sriwijaya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Bagian inti kegiatan difokuskan pada edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui kombinasi penyampaian materi serta praktik langsung. Pada sesi awal, tim pengabdian menjelaskan pentingnya akses terhadap air bersih bagi kesehatan, sanitasi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Selanjutnya, tim memperkenalkan teknologi filtrasi berbasis karbon nanofiber sebagai inovasi ysng dirancang agar mudah dioperasikan oleh masyarakat, serta dapat diterapkan pada skala rumah tangga maupun fasilitas umum desa. Melalui pemaparan tersebut, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai prinsip kerja alat, fungsi setiap komponen, serta manfaat penggunaan karbon nanofiber dalam meningkatkan kualitas air.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pemasangan dan pengoperasian sistem filtrasi. Tim pengabdian memperlihatkan secara langsung tahapan instalasi alat, mulai dari penyusunan media filtrasi, proses pengaliran air, hingga prosedur perawatan dan pembersihan filter secara berkala. Masyarakat diberikan kesempatan untuk mencoba mengoperasikan alat secara mandiri dengan pendampingan dari dosen dan mahasiswa. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai cara penggunaan, umur pakai media filtrasi, serta kemungkinan penerapan teknologi tersebut di rumah masing-masing.
Sebagai bentuk pemberdayaan, peserta juga dilatih melakukan pemeliharaan sederhana terhadap sistem filtrasi agar dapat digunakan secara berkelanjutan. Materi yang diberikan meliputi cara membersihkan komponen penyaring, mengenali tanda-tanda penurunan kinerja filter, serta langkah-langkah penggantian media filtrasi apabila diperlukan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola dan merawat alat secara mandiri sehingga keberlanjutan program dapat terus terjaga.
Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi, refleksi, dan penyerahan secara simbolis unit filtrasi kepada perwakilan masyarakat dan pemerintah desa. Dalam sesi tersebut, warga menyampaikan berbagai masukan serta harapan agar kerja sama dengan Universitas Sriwijaya dapat terus berlanjut melalui pendampingan maupun pengembangan teknologi lain yang sesuai dengan kebutuhan desa. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Universitas Sriwijaya kembali menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Program pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi filtrasi berbasis karbon nanofiber diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Ulak Kerbau, memperkuat kemandirian desa dalam penyediaan air bersih, serta menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.



