Jumat, 29 Mei 2015 - 10:49:33 WIB - Viewer : 6944

Ibu Alami KDRT Setiap Tahun, Anak-anaknya Rasakan Trauma Mendalam

Niecko

Foto: Ampera.co/Niecko
Ibu Lisnaini dan putra sulungnya saat melaporkan peristiwa KDRT yang menimpanya Kamis siang di Polresta Palembang (28/5/2015)

AMPERA.CO, Palembang – Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Inilah yang dialami oleh Lisnaini (30), warga Seberang Ulu (SU) I Palembang. Buruh panggul ikan di Pasar Induk Jakabaring Palembang ini harus merasakan derita penyiksaan hampir setiap hari oleh suaminya, Jainuri (33). Parahnya, aksi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kerap dilakukan didepan anak-anaknya sejak kecil. Sehingga anak-anaknya mengalami trauma psikis yang mendalam.

Puncak aksi KDRT yang dilakukan suaminya terjadi pada Kamis siang (28/5/2015), saat Jainuri melakukan pemukulan dan pengancaman dengan pisau kepada korban karena alasan yang sepele. Karena sudah mengancam jiwa korban, akhirnya Lisnaini dan kedua anaknya sepakat untuk melaporkan Jainuri ke Polresta Palembang.

 

“Tadi siang ibu terlambat membuatkan kopi buat bapak, jadi bapak marah dan langsung memukuli ibu, menghantamkan kepala ibu ke dinding dan ke cermin hingga cermin pecah. Bapak juga mengancam ibu dengan pisau,  memukul kepala ibu pakai sepatu sampai ibu pingsan. Dan kami langsung membawa ibu ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang,” ungkap Yudi (17), anak sulung korban, kepada AMPERA.CO, Kamis (28/5/2015).

 

Ia mengungkapkan bahwa penganiayaan ini sering terjadi dirumah, bahkan sang ayah tak segan-segan menganiaya ibunya didepan Yudi dan adiknya. Sehingga, mereka merasakan trauma yang mendalam jika melihat penganiayaan tersebut.

 

Dian (13), anak bungsu korban pun merasakan kesedihan yang mendalam saat penderitaan ibunya. Ia mengatakan bahwa sang ayah kerap kali melakukan pemulukan kepada ibunya, bahkan tidak jarang akan mengancam membunuh ibunya dengan pisau.

 

“Saya jadi takut kalau begitu, seperti bukan bapak saja. Saya jadi tidak betah berada dirumah, tapi kasihan ibu,” tuturnya dengan wajah sedih.

 

Menurut Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting, SIk MSi melalui Kasat Reskrim Kompol Suryadi SIK didampingi Kanit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Ipda Imelda Rachmat SH, pihaknya telah menerima pengaduan korban atas perakara penganiayaan.

AR. Yosef

Ampera.co

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

  • kdrt