Senin, 27 Apr 2015 - 18:34:03 WIB - Viewer : 6880

POM Amankan 9 Ton Solar ilegal. Diduga 1 oknum TNI terlibat

Truk yang memangkut BBM jenis solat ilegal diamankan Polisi Militer Kodam II Sriwjaya di Jalan Keramasan RT 33 Kertapati Palembang, Senin (27/4)

AMPERA.CO, Palembang - Polisi Militer Kodam (Pomdam) II Sriwijaya mengamankan 9 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal jenis solar yang dibawa dengan 3 Truk yang terjaring di Jalan Keramasan RT 33 Kecamatan Kertapati Palembang, Senin (27/4) pagi sekitar pukul 09:45. Tak hanya itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun diduga terdapat salah satu oknum TNI yang ikut terlibat.

Dari penangkapan tersebut, Lima orang yang terdiri dari sopir dan kernek mobil diamankan ke Pomdam II Sriwijaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan dua mobil truk warna kuning turut dibawa sedangkan satu mobil tetap berada dilokasi, lantaran ditinggal pergi oleh sopir dan kernek.

Pantauan dilapangan, terlihat satu mobil truk tersebut diisi puluhan jerigen besar berwarna biru yang bermuatan solar serta sejumlah drum besi yang diletakkan dibagian bawahnya berikut dengan selang panjang yang diduga untuk mengalirkan minyak ke kapal tongkang yang terdapat tak jauh dari kawasan tersebut mengingat terdapat bekas-bekas minyak berceceran dibagian dekat dermaga yang terdapat tongkang sedang terparkir.

Kepala Penerangan Kodam II Sriwijaya, Kolonel ARH Syaepul Mukti Ginanjar saat dikonfirmasi mengatakan, penangkapan itu berlangsung sekitar pukul 09.30WIB setelah mendapatkan laporan dari masyarakat.

Setelah itu, pihak security PT RMK bersama Pomdam II Sriwijaya langsung menuju lokasi. "BBM Solar ilegal tersebut hendak dijual ke Kapal Motor Osis dan Karya Pacific, lima orang kernek dan sopir kini dibawa ke Pomdam bersama barang bukti untuk dimintai keterangan," kata Syaepul.

Mengenai dugaan keterlibatan oknum TNI ini terpantau dari turunnya Pomdam II Sriwijaya dilokasi kejadian.‎ Kolonel ARH Syaepul Mukti Ginanjar juga tak menampik indikasi keterlibatan oknum tersebut.

"Indikasi dan informasi adanya keterlibatan anggota memang kita dapatkan. Sehingga kita sekarang meminta keterangan dari para 5 warga sipil yang kita amankan tersebut,"kata Syaepul. (AM9) 

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

  • kriminal