Sabtu, 16 Nov 2024 - 23:03:00 WIB - Viewer : 8508
Revolusi Pendidikan Dimulai! Pelatihan Data dan Pembelajaran Berdiferensiasi
Pacu Sekolah IKM Mandiri di Banyuasin II Melonjak ke Level Baru
IST
AMPERA.CO, Banyuasin II — Upaya peningkatan kualitas pendidikan terus digalakkan di Kecamatan Banyuasin II, salah satunya melalui pelatihan perencanaan berbasis data dan pembelajaran berdiferensiasi yang diselenggarakan oleh Tim Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Sriwijaya (UNSRI) pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarkat (PkM). Pelatihan ini diinisiasi sebagai langkah awal untuk mengangkat mutu sekolah-sekolah dalam program IKM Mandiri Berubah, yang bertujuan menjadikan sekolah-sekolah tersebut lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa dan dinamis dalam proses pembelajaran.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Dr. Esti Susiloningsih, S.Pd., M.Si., selaku ketua, Apit Fathurohman, Ph.D., Dr. Henny Helmi, S.Pd.I., M.Pd., Fahmi Surya Adikara, M.Pd., selaku pemateri, Erni, S.Si., M.Si., dan Hadi, S.Si., M.T., serta didampingi oleh mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar S1 yaitu Ika Zahratun Nihlah, Aisyah Rahmania, Indah Pratiwi, Aura Rozalia, Dwita Ramadhani, dan Sarah Putri Hanifah.
Sambutan oleh Tuan Rumah
Dalam sambutannya, ketua Tim Pengabdian, Apit Fathurohman, S.Pd., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa acara ini dihadiri oleh 28 guru dari berbagai sekolah di Desa Sungsang. Beliau juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dan menjadi bukti nyata komitmen UNSRI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Banyuasin.
Pelatihan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Seksi Kurikulum Kabupaten Banyuasin, Bapak Fahril Huda, M.Pd., yang menyatakan bahwa program seperti ini adalah kunci dalam memperkuat transformasi pendidikan di sekolah-sekolah IKM Mandiri. "Pelatihan ini akan menjadi motor penggerak perubahan bagi sekolah di Banyuasin II, terutama untuk mencapai level Mandiri Berubah yang lebih maju," katanya.
Sambutan oleh Kepala Seksi Kurikulum Kabupaten Banyuasin
Sesi pertama dari pelatihan ini berfokus pada pentingnya data dalam perencanaan pendidikan. Para peserta diajarkan cara mengumpulkan, menganalisis, dan memanfaatkan data siswa serta sekolah untuk menyusun program yang lebih tepat sasaran. Data yang digunakan mencakup performa akademik, perkembangan keterampilan sosial-emosional, hingga kondisi sarana dan prasarana sekolah. Dengan data yang akurat, sekolah diharapkan mampu membuat keputusan yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Pemaparan Materi oleh Tim Pelaksana
Salah satu peserta, Ibu Eva Susati, S.Pd., menyatakan betapa pentingnya pelatihan ini bagi sekolahnya. "Sekolah kami sedang berupaya meningkatkan mutu dan pelatihan ini benar-benar membuka wawasan kami tentang bagaimana memanfaatkan data untuk merencanakan program yang lebih baik," ujarnya.
Sesi berikutnya mengupas pembelajaran berdiferensiasi, sebuah pendekatan yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan individu siswa. Para guru diajarkan strategi untuk mengenali perbedaan kemampuan dan minat siswa, serta bagaimana menyesuaikan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Dalam sesi ini, para guru berkesempatan untuk langsung mempraktikkan cara merancang materi dan strategi belajar yang sesuai dengan model diferensiasi.
Pendampingan langsung dari para fasilitator membantu para guru memahami bagaimana strategi ini dapat diterapkan secara efektif di kelas. "Pembelajaran berdiferensiasi ini sangat relevan bagi kami, karena kami ingin memastikan setiap anak mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang, tanpa memandang latar belakang mereka," ungkap Ibu Dewi Wiasih, salah seorang guru di SDN Banyuasin II.
Kegiatan ini diharapkan membawa dampak positif yang nyata bagi sekolah-sekolah di Kecamatan Banyuasin II, khususnya dalam mencapai level Mandiri Berubah. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan individu guru, tetapi juga pada transformasi sistem pendidikan secara keseluruhan.
Pelatihan ini menandai langkah penting menuju perubahan yang lebih besar, di mana penggunaan data dan strategi diferensiasi akan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Banyuasin II. Di masa depan, diharapkan bahwa sekolah-sekolah di Kecamatan ini dapat menjadi pionir dalam penerapan IKM Mandiri yang berhasil, mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan global.



